Setelah Aletta terjatuh rupanya si Dipo tak tinggal diam dan tak jadi pulang, pas Aletta berteriak memanggil Dipo,
"Mas.....jangan pulang dulu..." ucap Aletta sambil mencari tongkat lipatnya ketika dia ambruk dibawah karena terjatuh,
Si pria yang di dalam langsung berlari menghampiri juga si adiknya Alanis
"Neng kamu gak papa?" Tanya sang pria berjongkok hendak akan membantu membangunkan Letta,
Pas akan merangkul Dipo menarik bahu sang pria sampai terjungkal terduduk dengan wajah datarnya Dipo langsung mengangkat Letta ala bride style,
"Lanis ambil kotak obat di mobil sekalian bawa kuncinya, tongkat kakakmu juga bawa" ucapnya, Letta sangat lega sudah mendengar suara Dipo dan yang menggendongnya ini ternyata calon suaminya, Alanis baru melihat wajah datarnya Dipo yang sangat serius dia langsung melaksanakan intruksi dari calon kakak ipar nya,
Kemudian Aletta didudukan kembali di sofa si pria mengekor saja tanpa henti duduk di sebelah Aletta, sementara Dipo berjongkok di hadapan Aletta,
"Neng kamu gak papa kan, akang bawa ke rumah sakit yah atau akang telpon dulu dokter sebentar," ucap sang pria,
"Gak usah kang saya tidak apa apa, sebaiknya akang pergi dulu, saya mau ada yang dibicarakan dengan calon suami saya"
"Hhhm jadi kamu calon nya Aletta..." Dipo tak menjawabnya dia masih berjongkok meniup lutut Aletta yang berdarah,
"Neng kamu gak fikirin dulu?" masih aja si sang pria tanpa henti ngoceh sampai akhirnya membuat Dipo risih
Sreeeeet....
Di tarik kerah bajunya dan di seret ke luar,
"Eeeh lur ngapain sih lu kurang ajar banget.. anjir... Lu wir" celotehnya
"Kalau wnaita sudah bilang pulang, itu berarti waktu lu sudah habis PAHAM..." ucapnya sangat keras sampai membuat Aletta mendengarnnya memejamkan mata,
Kemudian Dipo mendorongnya agar keluar rumah, tentu si pria itu keluar dan sambil nyerocos seperti wanita saja,
"Heuuueh ngehe maneh teh" kesal si pria songong ke Dipo
"Neng masa calon kamu gragas gitu"
"Neng mending sama akang aja lembut"
"Kamu nikah sama dia yakin gak di kdrt?"
Terus teriak ngebacot si sang pria sambil pulang, sementara Dipo kembali lagi ke dalam dan berjongkok, rupanya Alanis nyengir saja di sebelah Aletta,
Dia masuk pas tadi adegan menarik kerah si pria konyol oleh Dipo, sambil menenteng kotak obat dari mobilnya,
"Kak... mas Dipo wajahnya menyeramkan" bisik Alanis, si Aletta paham
Tak ada kata apapun lagi Dipo mencuci luka Aletta, yang sempat meringis beberapa kali
"Tahan....." ucap datar Dipo, sementara mereka begitu si Alanis malah merekam diam diam kegiatannya dia pura pura main ponselnya,
"Aw... pelan mas biar aku saja" ucap Aletta meringis dan menahan pergelangan tangan Dipo,
Dipo menarik nafasnya saja, tangan Aletta menyusuri lengan sampai leher lalu ke pipi Dipo, Aletta sedikit memijit nya ketegangan yang dia rasakan dari Dipo,
"Mas kamu duduk aja disini, kamu baru pulang kerja langsung kesini kan," Aletta menarik tangan Dipo agar duduk di sebelahnya,
"Alanis kamu bawa barang barangmu ke kamar, Kaka mau bicara dulu sama mas Dipo sebentar"
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman hidup
General FictionKisah si kembar beda gender dan wanita buta, Lgbt story Cover by @indie_neeh
