44. Dipo & Aletta menikah

4.2K 257 55
                                        

Mohon maaf keterlambatannya editor ketypoan sedang sibuk sama real life nya, dan saya juga tiba tiba demam sudah beberapa hari,

Semoga bisa menghibur kalian Genk,

Happy reading!!!

Semenjak malam itu membeli rumah esoknya pagi pagi sebelum Dipo kerja jadi harus mengurus dulu untuk pembelian rumah yang dibelakang,

Jadi pagi hari itu juga stelah beres sarapan Dipo dan Aletta mengunjungi rumah tersebut dan setelah berkeliling semakin mantap untuk dibeli,

Jadi Dipo mengurus berkas dulu dan lain sebagainya ternyata ada alasan yang klise membuat tersentuh juga bagi Aletta dan Dipo membeli rumah itu,

Nyatanya memang rumah itu kurang terurus hanya disewakan tadinya jadi agak sedikit lapuk, namun si pemilik yang asli akan pulang kampung dan tinggal disana,

Alasannya sang istri ingin tinggal di desa dari pada di kota dan mereka sudah berumur juga,anak anak sudah pada menikah jadi ingin menikmati hidup berdua saja,

Ada satu kalimat yang menyentuh untuk Dipo dan Aletta, ketika ditanya kenapa tak tinggal dikota saja sama anak anak satu perumahan misal,

Mereka hanya menjawab,

"Anak hanya titipan, mereka sudah dewasa ya mereka menjalani takdir hidupnya bersama keluarga, kami sebagai orang tua tak mau merepotkan dan alangkah baiknya kami kembali berdua sampai menua bersama dan meninggal" Dipo terpantik dia ingat kata kata kakek neneknya,

Jika suatu saat punya anak sayangi anakmu kasih sandang, pangan, yang benar bantu anakmu menjadi orang bukan jadi pecundang,

Tapi jangan sekali kali kamu memilih anakmu diantara pilihan dengan pasanganmu,

Karena anak akan menjalani hidupnya dengan jalannya kelak dewasa nanti, tetap pilih pasanganmu karena dia akan menemani sisa hidup kita, namun berikan juga pengertian tentang pemahaman itu nanti kepada anak anakmu, yang sama hanya satu yakni harus memberikan kasih sayang yang sama kepada anak dan istri, itu yang diucapkan kakeknya,

Dan Dipo langsung meng acc juga pembelian rumah tersebut, apalagi Aletta dia akan selalu dengan jiwa baiknya jika itu menolong sesama,

Soalnya rumah itu sudah ditawarkan kemana saja belum ada yang mau, selalu dnegan harga paling rendah dibawah harga pasaran,

Sementara pasangan suami istri yang sudah tua itu butuh modal juga untuk membangun usaha di kampung,

Jadi Aletta akan pasti membantu malah membeli sesuai harga yang cukup untuk meraka,

Jiwa sosial Aletta sangat tergugah, apalagi dia tipe orang yang memperhatikan sesama bahkan kepada pekerjanya pun Aletta sangat memperhatikan dan dia juga selalu mensejahterakan para pegawainya diperlakukannya dengan baik,

Karena tanpa mereka perusahaannya tak akan maju dan tanpa Aletta juga para pekerja tak punya kerjaan untuk menghidupi keluarganya, jadi hubungannya simbiosis mutualisme

Dan akhirnya pada hari itu juga rumah itu terbeli oleh Aletta dan Dipo, Dipo langsung mengkontak notaris rekanan perusahaan untuk segera diproses jual beli tersebut,

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang