Selamat malam Minggu Genk...
Kangen mas gak?...mas Dipo maksudnya 😂😂
Happy reading !!!!
Saking bahagianya seluruh keluarga langsung ribut video call berkali kali kepada Aletta, terutama sang adik Alanis dia sangat berisik dan selalu meledek Aletta tentang mas Dipo,
Selalu Alanis menanyakan tentang ketampanan yang dimiliki suaminya dan berkali kali Aletta kadang tersipu malu, karena memang benar sekali Aletta seolah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Dipo,
Dipo agak sedikit melipir entah kenapa dia agak sedikit takut kalau berada di pinggir Aletta, saking merasa bersalahnya bisa jadi sampai seperti itu,
Sebenarnya Aletta sangat sadar Dipo malah seperti agak malu disebelah Aletta meski mengurusi semua keperluan Aletta,
Belum ada obrolan serius dari mereka berdua bahkan Dipo mau jujur pun belum kesampaian,
Kini Aletta sedang diberi selamat oleh keluarganya, Dipo meminta izin untuk merokok di luar,
"Gimana kak? mas mu ganteng kan? hihi..."
"Iiss sumpah di luar ekspektasi kaka, dia ganteng banget..." Aletta berseri seri bicara sambil membayangkan wajah sang suami, wajahnya sumeringah sekali dan itu disukai oleh semua keluarga, "Iyakan ganteng...menyala abangkuuuu" teriak Alanis yang di toyor oleh kakanya Alana, disela sela obrolan nyeleneh kedua orang tuanya berbicara kepada Aletta, mungkin lebih tepatnya bercanda,
"Mama papa ikut bahagia yah nak, oh yah berarti kita bakalan cepet dapat cucu dong nih..." papa nya bercanda sambil kode,
"Papa...Kaka itu mau honeymoon di Holland udah tenang aja pasti baliknya tekdung" ceplos Alanis, lagi lagi ditoyor sama Alana, Aletta terkekeh melihat keluarganya yang rukun dan bahagia,
"Kaka... Aku senang deh berarti nanti pas nikahan aku, Kaka udah bisa lihat, hihi... Aku bahagia sangat kak Letta, aku cinta kamu" ucap Alana,
"Iya dek...pokonya Kaka bakalan ikutan jadi panitia nikahan kamu yah,"
"Boleh aja kak, tapi jangan kaget soalnya temanya kan prindavan, pasti banyak acara adat India, ntar banyak makanan yang dikobok" ceplos Alanis,
"Heeeeeeeh... Gak semua jorok yah semprul" Alana noyor lagi gak terima, jarana memang tak semua food street India seperti itu, dan Aletta terkekeh melihat kelakuan adik adiknya, Aletta juga tau kalau calon adik iparnya memang ada keturuanan India, jadi keluarga nya menginginkan ada pesta dengan adat India,
"Dipo kemana nak?" Tanya mama nya
"Lagi ngerokok mah di luar.."
"Dia ganteng banget yah bewokan tipis gitu"
"Hihi Letta juga suka...." Sumeringah terus jika ngomongin Dipo si Aletta ini, karena memang sesungguhnya itu yang di rasakan oleh Aletta, kebahagian melihat pertama kali ke sang suami tercinta
Dan dia tak ingin menangis dan terbukti memang Aletta belum menangis sama sekali, bahkan menangis haru pun dia tahan, dia tak ingin matanya mengeluarkan air mata pokoknya,
Sementara Aletta ngobrol dengan keluarganya Dipo masih saja tempat menyendirinya ditaman rumah sakit, sambil merokok dia hanya melihat burung yang selalu di kasih makan,
"U sad... U sad" ceplos burung yang pintar itu karena Dipo beberapa kali mengusap air matanya, dia senang merokok sambil melihat lihat foto kebersamaan dengan sang istri,
"Yeah I am sad....bentar lagi saya akan kehilangan kekasih yang dicintai, saya harus bagaimana ?" Dipo mengusap airmatanya dan pundaknya bergetar sudah tak tahan rasanya dia tak mampu lagi menahan air matanya, meski tak sepenuhnya karena dia tak ingin terlihat sembab pas masuk ke kamar Aletta nanti,
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman hidup
Ficção GeralKisah si kembar beda gender dan wanita buta, Lgbt story Cover by @indie_neeh
