27. How if the truth is revealed?

2.6K 201 29
                                        

Masih momen sebelum keberangkatan ke Holland,

Selama 6 harian Dipo full di rumah bersama Aletta, setelah merayakan universary kebersamaan mereka, Dipo benar benar ingin membuat moment indah berdua sebelum semuanya hancur berantakan,

Dimana Dipo selalu sangat ingin berduaan terus kemanapun dan dimanapun,

Seolah olah Dipo benar akan kehilangan Aletta setelah melihat nanti,

"Mas sayang... ayok bangun, udah jam 9 loh kita belum sarapan" sambil Aletta sedang mencubit pipi Dipo bahkan perutnya agar bangun dari tadi dia hanya meringkuk memeluk tubuh Aletta semenjak bangun,

Padahal Aletta sudah membuatkan sarapannya malah dia inginnya meringkuk aja dulu di atas kasur, maka susu atau chips habis oleh mereka berdua sebagai pengganti sarapan,

"Mas masih mau begini sayang'

"Sayang aku belum belanja ke tukang sayur buat makan siang, aku belum nyiram tanaman, ayok bangun yuk sayang ku, mas ku, cinta ku"

"Mas masih mau sama kamu terus sayang pleaseeee..." Aletta menarik nafasnya saja suaminya beneran clingy lagi,

"Ya udah gimana kalau gitu kamu ikut aku aja kemana mana ya biar gak ditinggal"

"Oke deal...istriku emuuah... " Dipo langsung bangun dan mengecup bibirnya,

"Kamu gak mandi dulu sayang?"

"Nanti aja masih wangi bayi ini..." Aletta menggelengkan kepalanya saja, karena dia sudah bangun dari pagi dan mandi sebelum Dipo bangun,

Dan benar saja setelah itu Dipo ngintil terus, dari mulai keluar kamar Dipo kadang dibelakang Aletta memegang kedua pundak Aletta dan melangkah pelan sesuai Aletta kerjakan, bahkan sekarang mereka akan ke tukang sayur keliling, dan terdengar Bu marimar menyapa, Aletta langsung bertanya saja

"Bu tukang sayur udah lewat?"

"Udah nak, tapi biasanya jam segini di ujung komplek sih biasa para tukang gerobak berjajar disana,"

"Ya udah Letta kesana yah Bu"

"Perlu ibu antar?..."

"Gak usah ini mas Dipo yang antar"

"Lah tumben mau ikut beli begituan hihi" bu Mar ketawa, Dipo nyengir saja karena memang dia sedang ingin mau bersama dengan sang istri,

"Lagi kambuh manjanya Bu pusing Letta ngintil mulu nih daritadi" sindir Aletta gemas sedari tadi jemarinya digenggam Dipo terus menerus,

Setelahnya Aletta dipakaikan topi, kacamata dan tak lupa dipakaikan sendal jepit oleh Dipo,

Sungguh Aletta kembali sangat sangat membuncah hatinya hal kecil seperti ini sangat amat perduli dan perhatian, sementara Dipo masih mengenakan kaos polos hitam dan celana pendek serta sandal jepit juga,

"Kamu bajunya kotor gak sayang, bau iler gak?' Aletta berusaha mengendus kaos yang dipakai Dipo karena dia belum mandi,

"Bau dikit gak ngaruh lah yah mas mu ini udah cakep heheee"

"Iiiih... Dasar .. gemes jadi makin gak sabar aku pengen cepet operasi liat wajah gantengnya ini hihi..." Aletta meraba area pipi Dipo dan mencubitnya,

Dipo langsung diam dan untung Aletta langsung menggenggam lengan Dipo dan mulai melangkah menuju keluar,

Mereka memang akan berjalan bersama ke tukang sayur dan Dipo sangat ingin mengikutinya selama ini dia hanya tau istrinya belanja, dia kini ingin tau cara Aletta belanja seperti apa,

Terlihat mereka pasangan yang sangat serasi sekali ketika berjalan beberapa yang kenal menyapanya,

Banyak yang kagum kepada Dipo serta respect karena dia tak neko neko terkenal di komplek tersebut meski memiliki istri buta,

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang