69. Perjuangan Aletta

1.1K 126 18
                                        

Setelah mengetahui kalau Dipo koma Aletta sangat amat menderita dimansion sana, tidurpun kalau dia lelah dan paling satu atau dua jam, sisanya melamun memikirkan suaminya, entah masih hidup atau tidak,

Susah sekali info masuk ke mansion semua tertutup ketat oleh perintah Papa Chedid, dia sudah tak diberi alat komunikasi, dan semua anggota keluarga tidak di izinkan untuk membantu,

Kalau ada yang berani bakalan ada resiko yang didapat, Alana mendiami Aletta karena dia juga masih kecewa atas kebohongan yang dilakukan kakaknya,

Akan tetapi hati kecilnya Aletta ini penolongnya, dia juga ada rasa bersalah kalau tanpa Aletta menikah saat itu diapun harus menunggu untuk pernikahannya,

Namun kala itu Aletta bersedia untuk di jodohkan demi dirinya, sampai akhirnya perjalanan cinta sang kakak seperti ini,

Hati dia campur aduk dan dia juga baru melihat sehancur apa kakaknya selama di mansion, dia tak mau terlalu banyak fikiran karena sedang hamil muda juga.

Tapi beberapa hari ini dia melihat ketegangan demi ketegangan, Alanis yang biasanya berisik dia diam juga hanya menurut kepada orang tuanya, meski sempat juga ia marah marah karena tak terima dengan keposesif-an papanya dia selalu di ikuti bodyguard,

Ditambah dengan kondisi rumit di keluarganya dia pun harus berbaur di universitas barunya, karena Alanis dipindahkan kuliahnya.

Alana baru melihat kakaknya Aleta yang selama ini penurut adem ayem namun ketika dipisahkan begini, sifat pemberaninya keluar, meski banyak gagalnya apa yang di lakukan oleh kakaknya itu,

Diawal Aletta mencoba keluar kamar lewat balkon dengan menggunakan beberapa seprei di ikat menyambung dan bisa turun,

Alana dan suaminya ketika sedang tak bisa tidur kala malam itu melihat kakaknya turun dari balkon kamar, bahkan sempat suaminya mengambil kamera, entah apa dipikirannya dia memvideokan dari jauh,

Mereka tidak melapor hanya melihat sampai sejauh mana kakanya bisa keluar,

Dan benar Aletta berlari mengendap endap tanpa alas kaki dia berusaha menerobos kesulitan pelataran mansion, bayangkan saja pelataran mansion ke gerbang itu cukup jauh, dan Aletta tanpa alas kaki berlari kesana.

Alana sempat menahan teriakan karena dia melihat kakaknya terjatuh, dan meringis, sepertinya Aletta kena duri atau apa disana, tapi bangkit lagi.

Alana takjub dengan kegigihan Aletta tak merasakan sakit dia hanya ingin keluar dari mansion ini,

Dia berkali terus menuju gerbang mansion, bahkan dia sempat mengendap endap agar para penjaga tak melihatnya.

Sampai dia berusaha memanjat tembok tinggi mansion ini, dengan cara membawa tangga dari sebelah pos satpam,

Tak terasa dalam hati Alana bicara sendiri,

"Ayo kak kamu bisa" gumamnya tanpa sadar ketika Aletta sudah sampai diarea luar mansion dan tubuh Aletta sudah tak terlihat oleh Alana,

Entah kenapa dia bernafas lega, dia memang kecewa tapi sepertinya lebih ke iba sekarang,

Dia tahu setulus apa kakaknya mencintai, dia hanya ingin menampar mas Dipo saja karena menutupi identitas dirinya kepadanya,

Namun setelah beberapa menit berlalu Alana berharap kakanya tidak apa apa, tapi pintu mansion terbuka, dia segera keluar kamar dan melihat apa yang terjadi di bawah sana,

Ternyata nampak terlihat kakaknya dibawa oleh dua orang bodyguard disisi kanan dan kirinya,

Aletta tertangkap, sangat kasihan melihat wajah lelahnya berkeringat, baju tidurnya pun lusuh bahkan kotor banyak pasir menempel,

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 12 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang