Yang kangen mas Dipo sama Aletta, Monggo dibaca,
Enjoy!!!!
Semakin hari Dipo dan Aletta sungguhan melakukan perlakuan selayaknya sebagai suami istri, mulai perhatian satu sama lain, romantis satu sama lain,
Seperti tidak ada yang janggal diantara mereka karena mereka saling nyaman dan cinta yang sudah tumbuh dari keduanya, namun satu hal yang belum mereka lalukan yakni berhubungan selayaknya suami istri pada umumnya, karena Aletta seminggu belakang dia masih haid,
Namun Kali ini Dipo ketar ketir karena tak mungkin dia bisa menolak mengenai persetubuhan antara suami istri, apalagi setiap malam mereka hampir setiap saat berciuman,
Dipo sudah candu dengan bibirnya Aletta, dan bukan hanya ciuman bahkan hisapan di puting remasan semua sudah Dipo lakukan, kemaluan karet Dipo juga sering di elus tapi hanya di balik celana saja, Dipo masih bisa menepis kalau tak mau sampai langsung karena takut horny dan Aletta belum bisa ditiduri,
Tak ada curiga dari Aletta karena memang benar setiap dia menyentuh penisnya Dipo selalu sudah keras dan ngaceng makanya Aletta sangat kasihan ke Dipo harus setiap hari menahan birahinya,
Yang seharusnya sudah terlampiaskan, padahal gimana gak ngaceng orang belum di sentuh aja sudah berdiri tuh penis karet Aletta aja yang gak lihat,
Mereka sudah berkeliling pedesaan bahkan sebagian sudah mengenal mas Dipo sebagai suaminya Aletta, tentu masyarakat sangat ramah karena Dipo sangat sopan dan santun meski jarang banyak bicara,
Sudah dipastikan mereka hormat kepada Dipo karena keluarga Aletta ini memiliki perternakan di desa tersebut, sebagian kepala rumah tangga bekerja di peternakan nya Aletta,
Bahkan Dipo diperkenalkan dengan lantang bahwa akan menjadi urusan Dipo mengenai peternakan juga, bener bener si Aletta sudah percaya dengan Dipo padahal baru kenal, dari perjodohan sama nikah juga baru semingguan,
Tapi itulah cinta, sulit di mengerti datangnya selalu tiba tiba dengan orang yang tepat,
Mereka kali ini berjalan jalan sore di pedesaan tersebut, selain peternakan memang di sana masih asri banyak tanaman buah buahan dan lain sebagiannya, dan banyak petani sebagai mata pencaharian mereka,
Sore hari ini Aletta memegang tangan Dipo sebelah dan sebelahnya lagi memegang tongkat lipatnya, mereka berjalan jalan sore sambil makan es krim yang di beli di jalan, tak lupa Aletta memakai kacamatanya,
"Enak gak sayang es krimnya" Dipo menyuapi es krim nya
"Iya mas ... Aku suka rasa coklat begini"
"Mas juga sayang...." Ucap mereka sambil Dipo sesekali menyodorkan es krimnya ke Aletta, atau bahkan menjahili nya menemplekan es krim cone nya ke hidung Aletta,
"Aah mas.. ih kena hidung aku, jahil deh" Aletta mencubit pinggang sang suami, Dipo terkekeh saja,
"Sayang.... Sayang kok keras juga nyubitnya kdrt loh istriku ini" pura pura sambil cengengesan si Dipo ini,
"Haah beneran sakit mas, aduh maaf.." Aletta merasa tak enak, Dipo padahal bercanda,
"Mas bohong muaaah" Dipo malah mencium bibir Aletta,
"Iiiish mas kebiasan nyolong ciuman" teriaknya, Dipo melepaskan tangan Aletta dan dia sengaja menjahili, Dipo menjauh dari area aletta
"Mas iih kamu dimana?" Aletta mencari Dipo kesna kemari,
"Coba cari mas sayang" teriak Dipo girang
"Iiish mas ....." Aletta terus mencarinya, sengaja banget Dipo pindah pindah tempat kadang dibelakang Aletta, meniup kupingnya,
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman hidup
Algemene fictieKisah si kembar beda gender dan wanita buta, Lgbt story Cover by @indie_neeh
