67. Tragedi

1.1K 109 21
                                        

Dipo Pov

Aku menyanggupinya, aku mengusahakannya ketika istriku ingin hamil anakku kala itu,

Kami memang sudah membekukan sel telur pas saat si kembar satu tahun, dan ketika anak kami umur 3 tahun istriku meminta lagi, dan aku mengiyakan meski aku sebenarnya agak ragu entah kenapa,

Tapi yang pasti di hati kecilku tidak mau sampai Aletta kehilangan nyawa saat melahirkan itu ketakutan terbesarku,

Namun aku juga penasaran bagaimana wajah anakku yang di kandung Aletta nanti,

Jadi kala itu memang kami segera mengurus semua prosedur yang di butuhkan oleh dokter untuk program punya bayi,

Bersyukur ditahap awal semuanya sangat lancar sel telur aku bahkan Aletta masih sangat bagus,

Sejujurnya aku tak paham dengan pemikiran istriku ini waktu aku akan membekukan sel dia juga meminta membekukan sel miliknya

Aku sempat bertanya kenapa katanya jaga jaga saja, entahlah biarkan saja yang penting dia bahagia sudah cukup bagi ku,

Informasi sel aku sudah ditangan, saat itu juga kami memilih sperma mana yang akan membuahi selku ini, tak ada wajah si pendonor,

Hanya informasi mengenai riwayat kesehatan, info riwayat kesehatan saja dan hal lainnya, dokter memberikan file untuk kami pilih dan memberikan waktu untuk kami berfikir.

Jadi diruangan tersebut itu aku dan Aletta sama-sama memilah sampai pada saat aku genggam tangannya, dan meminta kami tutup mata,

Kita pilih nomor si pendonor,

"69" kami bersamaan mengucap nomer itu setelah kami membaca profil infonya, aku senyum,

"Kenapa kamu ikutin pilihan aku?"

"Istrikan ikutin suami" katanya sambil tak merasa bersalah, aku akuin memang batin kita sepertinya sangat menyatu,

Hanya saja Aletta sering menepis jika itu tentang kekhawatiran dia tak mau sampai kepala pusing,

Kadang dia mengkhawatirkanku tapi tak bilang, kalau bilang takut aku kepikiran dan apa yang buruk malah terjadi,

Jadi kadang dia pendam sndiri semenjak puya anak,

Dan setelah kami memilih sperma itu, proses lanjutan dilakukan, yakni pembuahan di ruangan laboratorium,

Kami menunggu prosesnya dan Aletta juga proses rahimnya di perkuat karena akan dimasukkan embrio kedalam rahimnya nanti kalau sudah dibuahi dan berhasil,

Kami menunggu lumayan was-was setelah beberapa waktu lalu, sampai akhirnya dokter memberi tahu pembuahannya berhasil dan embrio bisa dimasukan ke dalam rahim Aletta,

Prosesnya tidak sulit ternyata semua yang dilakukan ke Aletta sangat lancar, akupun mendampingi dokter kandungan Aletta pun sangat ahli dibidangnya dia sangat baik,

Dan berhasil,

Sel telur sudah masuk kedalam rahim istriku, bayangkan perasaanku bagaimana sudah tidak bisa dijelaskan yang pasti sangat bahagia,

Ini yang aku inginkan dulu ketika Aletta masih belum hamil, ketika Aletta memilih hamil anak Angga,

Ini yang aku sudah rencanakan jujur semenjak bersama dengan Enzi aku merencanakan hal seperti ini,

Dan sekarang baru kesampaian dengan orang yang aku cintai, kata dokter tunggu sampai 2 minggu-an jangan sampai test pack dulu setelahnya baru boleh,

Jadi selama itu Aletta menunggu kadang aku lebih banyak dirumah dari pada kekantor, aku ingin benar-benar memastikan kehamilan Aletta ini dengan baik,

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang