Selamat malam mingguan Genk,
Happy reading!!!
Aletta Pov
Aku senang mendapatkan pesan dari kamu mas, semalam kamu ngasih tau kalau kamu mau pulang tentu aku langsung membalasnya
Sampai gemeteran aku membalas pesan kamu asal kamu tau, bingung aku mau nulis apa keringetan tanganku,
Ya Tuhan kenapa deg degan begini kayak remaja baru jatuh cinta gitu rasanya, tapi akhirnya aku mampu membalasnya
To suamiku,
"Mau dimasakin apa besok?" hanya itu yang mampu kutulis ternyata
From suamiku,
"Tidak usah saya gak mau merepotkan wanita hamil" kesel sih dengan balasan kamu mas tapi setidaknya kamu merespon aku, apa sekesel ini juga dulu kamu pas aku cuekin?
Ini aku sensitif di diginin sama kamu atau sensitif karena lagi hamil sih, entahlah tapi kusingkirin dulu fikiran negatif yang pasti aku akan masak makanan kesukaan mu,
Butuh tenaga ekstra sih buat masak beberapa hari ini karena aku sangat amat mual kadang mencium bau bawang, tapi aku paksakan sekuat tenaga demi mas Dipo,
Yang paling parah sih memang morning sick akan mual gak jelas, untung aku masak ya buat makan malam jadi aku tak begitu bergulat dengan bau ngidam meskipun memang mual mual terus pas masak,
"Huex....." Aku memuntahkan cairan saja ketika ku memasak sekarang ku lihat Oma Jamila panik juga
"Sudah kamu lebih baik istirahat aja nak, biar Oma sama Bu Mar yang lanjutin"
"Hueeeekk..." aku menggelengkan kepala dan beberapa kali mual
"Aku bisa tahan Oma, Oma kan tau mas Dipo itu hafal banget cita rasa masakanku pasti dia nyadar kalau itu nanti bukan racikanku" karena aku memaksakan diri mau tak mau mereka menurut saja tapi tetap mereka tak jauh di dekatku takutnya aku malah pusing bahkan sampai pingsan,
Sampai akhirnya jadi juga masakan ku untuk mas Dipo, yang seharusnya memasak hanya setengah jam ini membutuhkan waktu sejam karena aku ketika mual berenti kemudian lanjut lagi sampai akhirnya selesai dengan sempurna,
Karena semua makanan beres aku tinggal membersihkan diri saja aku tak mau kalau nanti suamiku kebauan masakan ditubuhku,
Dan entah kenapa aku malah ingin berdandan juga memakai pakaian yang sangat amat bagus ketika dilihat mas Dipo,
Astaga aku merasa seperti gadis perawan yang akan di apeli oleh pacarnya, ini aku kenapa yah Tuhan kenapa dengan diriku ko seperti ini?
Sampai akhirnya aku beres mandi, dandan cantik meskipun sudah agak sedikit bertambah berat badanku ini, itu yang kurasa, semoga aku masih bisa dibilang cantik,
Aku kini memakai dress maroon selutut rambutku ku urai sebagian dan ku semprotkan parfum kesukaan mas Dipo,
Dia selalu menciumi leherku kalau aku memakai parfum itu, entah kenapa aku malah memakai nya,
Astaga beneran ini aku merasa kaya jadi remaja...apa bawaan bayi yah? Entahlah
Setelah selesai dengan semuanya aku melihat jamku ternyata sudah malam juga tapi mas Dipo belum ada tanda tanda datang,
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman hidup
Aktuelle LiteraturKisah si kembar beda gender dan wanita buta, Lgbt story Cover by @indie_neeh
