31. Tubuh ini bukan miliknya, tapi milikmu Dewangga

3.8K 264 141
                                        

Baca aja, jangan saling bacok mending saling kokop, 🤤🤤

Antrian dimulai untuk hujatan

Happy reading !!!

"Hamilin saya..."

Deg...

Nanda Angga melihat kearah wajah Aletta dengan kagetnya hati ingin mempertahankan Aletta demi adiknya, malah permintaan Aletta bakalan membuat Dipo semakin terpuruk,

"Tidak Aletta... aku gak mungkin mengkhianati kembaran ku.. dia mencintaimu gak mungkin aku menghamili kamu"

"Kamu ini suami saya yang sebenarnya Angga bukan dia, dan kita masih sah diatas dokumen juga hukum...saya hanya meminta itu, jadi saya tunggu kamu lusa di hotel xxx, demi kebaikan bersama " ucap Aletta lantang lalu meninggalkan rumah Angga,

"Tapi tidak baik bagi Dipo Aletta, aku mohon jangan buat aku mengkhianati dan mengecewakan kembaranku sudah cukup aku membuatnya terlibat masalah atas perbuatanku selama hidupku, " Aletta langsung pergi saja

Flashback on

Aletta Pov

Sebelum aku aku berani menginjakkan kaki kerumah suamiku yang asli aku memang menenangkan diri di rumah Aneeta, disana aku sangat berfikir keras mengenai rumah tanggaku yang tak sesuai harapan,

Aku tak pernah ingin mengecewakan keluargaku yang menaruh harapan besar kepada anak pertamanya, tapi kenapa malah begini, sulit sekali aku untuk mengambil keputusan

"Mau sampai kapan kamu mengurung diri Letta?" Aneeta bertanya ketika Aku sedang membuat sarapan roti selai sambil melamun,

"Kenapa kamu mulai risih Ta?.."

"Astaga gak bisa banget sekarang diajak bercanda yah ibu peri gue" aku tak menggubrisnya dia tetap melanjutkan membuat sarapan juga dan aku tetap dengan pikiranku yang melamun, Aneeta pun begitu dia membuatkan nasi goreng untuk sang kekasih yang sedang siap siap untuk bekerja,

Tak lama turunlah pacarnya bernama Babas ini sekaligus sahabat masa remaja mas Dipo dan Angga..itu yang aku tau

Semenjak ada aku di rumah pacarnya Babas agak sedikit menjaga sikapnya yang bar bar menjadi lebih tenang tak banyak bicara meski sering berceletuk juga ,

Setiap hari kulihat interaksi pasangan lesbian ini, tepat di depan mataku sangat jelas kebucinan masing masing ditunjukan, sebenarnya tak ada bedanya dengan pasangan normal lainnya, hanya yang beda justru cara pandang orang saja yang membuat pasangan lesbian berbeda,

Orang orang yang kontra akan tidak menyukainnya, dan aku awalnya menganehkan juga melihat mereka tapi itu bukan urusanku namun melihat mereka membuatku berfikir banyak,

Karena selama ini aku hidup sebagai pasangan lesbian juga meski dikibuli oleh mas Dipo yang membuatku sakit hati dan berantakan,

"Sayang masak apa wangi banget?" Babas mencium kepala Aneeta dan disuruh duduk, ku perhatikan mereka, sahabatku sangat melayaninya ditambah pacarnya juga sangat memuji masakan yang dibuat Aneeta,

Sumpah aku malah ingat mas Dipo, ya Tuhan aku membencinya tapi kenapa aku selalu mengingatnya,

Bukan hanya itu ketika aku duduk diteras interaksi lainnya ketika Babas dan Aneeta bermanja saling jahili pas nonton aku hanya melihat namun tentu pikiranku ke mas Dipo,

"Sayang makasih sarapannya enak sekali, aku berangkat dulu yah" ucap Babas selain pamit kepada kekasihnya dia juga pamitan kepadaku,

"Letta gue pergi yah..apa gue boleh ambil sarapan kiriman dari si Dipo?" Aku menghela nafasku saja dan tak menjawab si Babas sudah tau kalau aku tak menjawab berarti artinya tidak,

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang