34. Dipo dan penjara

3.5K 261 142
                                        

Ini bulan kelahiran author jadi semoga saya bisa membahagiakan kalian dengan cerita teman hidup ini,

Bacanya perlahan biar kerasa momentnya, karena yang lambat dan pelan itu nikmat,

Happy reading !!!

Dipo Pov

Semakin hari hubunganku dengan Aletta semakin memburuk padahal awalnya aku mengira dia mau luluh atas sikapku yang selalu lembut,

Bukannya berakting tapi aku memang begini jika aku sudah mencintai seseorang, aku akan keluarkan kesabaran yang kumiliki semampuku seperti dulu ketika aku berjuang untuk Enzi sampai akhirnya menyerah dnegan sendirinya,

Sekarang semesta menyuruhku berjuang kembali apa nasibku akan tetap sama? apa garis finishku akan tetap sama? sendiri dan kesepian tak mendapatkan cinta yang ku dambakan,

Kupikir setelah Aletta tau aku pulang dari rumah sakat dia akan luluh, malah dia semakin acuh, setiap bangun aku sudah tak di bangunkan olehnya lagi,

Hanya bu Mar yang setia membangunkan ku, bahkan sekedar memberikan obat ketika ku tahap pemulihan saja tidak pernah,

Bahkan aku sengaja memaksakan diri keluar kamar setiap sarapan pagi siang dan makan malam hanya untuk bertegur sapa dengan istriku,

Namun apa yang ku dapat, wajah datarnya, suara tegasnya dia memang menjawab semua pertanyaan ku, tapi dia tak pernah bertanya balik kepadaku,

Bahkan aku selalu mencuri pandang kepadanya ketika dia melakukan aktifitasnya yakni menyiram tanaman, aku akan sengaja di dekatnya memberi pakan ikan, di pagi hari

Aku sengaja dia duluan menuju kebun kecil kita baru aku mengekor memberi pakan, karena kalau aku duluan sudah stan by di kolam ikan Aletta akan mengurungkan niatnya untuk menyiram tanaman,

Karena dia seakan membatasi interaksi denganku, bahkan chat akupun tak ada yang terbalas, setiap malam aku akan mengucapkan kata pengantar tidur untuknya tapi lagi dan lagi Aletta tak luluh sama sekali,

Aku harus bagaimana Tuhan, apa aku sudahi saja perjuanganku ???, dia sulit memaafkan kebohonganku, ditambah kebohongan mengenai sakitku yang diurusi oleh Enzi,

Tapi aku tak sengaja untuk itu, apa dia marah atau cemburu?

Hatiku ingin terus berjuang namun kadang fisikku ini ada letihnya, logika kini juga bekerja mulai tak singkron dengan hatiku,

"Aletta aku harus apa lagi? untuk mendapatkan maaf darimu" sumpah sangat tak enak dan sesak rasanya hidup seatap tapi berasa asing,

Selama aku dirumah aku mendapat kabar kalau ternyata Aletta dan orang tua ku sempat bertemu dan berbincang, bahkan dengan kembaranku juga entah apa yang mereka bicarakan yang pasti kata mereka,

"Ikuti saja maunya Aletta, yang penting keluarga kita gak masuk penjara" Memang benar secara logika aku dan keluargaku harus masuk penjara jika Aletta melaporkannya,

Tapi sampai detik ini tak ada laporan mengenai hal itu, bahkan diawal katanya ingin bercerai tak ada juga penjelasan lebih lanjut,

Aku penasaran apa yang dia ingin kan dan apa rencana dia mengenai kehidupan rumah tangga ini,

Ketika aku mulai masuk kekantor lagi setelah pemulihan sakitku, Aletta katanya sering pergi pergian disiang hari dan pulang sore bahkan ketika aku pulang kantor kadang dia belum pulang,

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang