Chapter ini sepertinya ga panjang panjang amat, tapiiii...kayanya mengandung sesuatu kepanasan yang cukup membara.
Siapkan tissue magic buat lap keringet 😂😂
Harap dimaklum jikalau ada kesalahan penulisan nama dan banyak typonya, karena cerita yang saya tulis banyak on going,
Enjoy!!!
Aletta rupanya tak langsung pulang ke pedesaannya dia masih rindu dengan sang suami apalagi hampir tiap malam mereka bercumbu, kerena lagi dimabuk asmara dia ingin melayani suaminya dari pagi sampai malam,
Sampai pada akhirnya mereka sudah semingguan ini tinggal di rumahnya Aletta, karena rumah tersebut Aletta sudah hafal seluk beluknya bagaimana jadi akan lebih mudah untuk Aletta,
Dan ini sudah di diskusikan dengan Dipo, meski dia merasa tak suka awalnya karena dia merasa sebagai suami hatinya membawa Aletta ke rumah mereka saja, tapi mengingat kendalanya yakni Aletta tidak bisa melihat takutnya terjadi sesuatu hal akhirnya Dipo yang mengalah dia tinggal bersama mertuanya untuk sementara waktu,
Hari hari Dipo sudah berubah menjadi lebih cerah, capek kerja akan disambut hangat oleh sang istri tercinta, yang selalu memperlakukannya sangat lembut,
Itu yang membuat dia selalu ingin pulang lebih cepat, sampai detik ini masih aman terkendali permasalahan kegoyahan perusahannya namun entah kedepannya tak ada yang tahu, termasuk dia masih aman menyembunyikan identitas aslinya,
Dipo hari ini sedang dalam mood yang sangat baik sekali kerjaannya terkendali dnegan aman, entah kenapa baru duduk beberapa jam di kantor dia selalu ingat dengan Aletta,
Akhirnya dia mengirim sesuatu untuk Aletta,
"Semoga dia suka" setelah Dipo menyuruh seseorang untuk mengantarkan sesuatu untuk istrinya di kembali bekerja bahkan meeting dengan yang lainnya,
Sementara sore ini Aletta sedang membaca buku dimana itu sebuah buku rekaman yng khusus untuk penyandang tuna netra, dia memang menyukai buku dan seni bahkan puisi,
Namun ketika dia sedang asik mendengarkan rekaman buku art nya memanggil,
"Nona....maaf menganggu"
"Iya kenapa mbok?" Aletta menaruh earphonenya,
"Maaf ini ada kirimin katanya dari tuan Dipo"
"Ooh apa itu mbok?"
"Maaf nyonya saya ditugaskan tuan Dipo buat mengirim ini" suara yang tak dia kenal yakni seorang pria
"Maaf kamu siapa?"
"Saya kurir butik nyonya,"
"Oh baiklah apa yang suami sayaa
kirim kan?"
"Sebuah gaun, silahkan anda buka saja"
"Oke terima kasih, taruh saja di meja, mbok kasih uang tips buat kurirnya"
"Baik nona" kemudian si mbok terdengar keluar bersama sang Kurir,
Aletta meraih satu kotak berwarna merah sengaja Dipo memberi kotak warna merah karena biar ketara oleh mata Aletta meski buram,
Aletta membuka perlahan dan menyentuh gaun didalamnya ternyata semacam kain sutra yang sangat lembut,
Dia tersemyum saja lalu segera mengambil ponselnya, untuk menelpon sang suami tercinta,
Aletta
"Hallo mas"
Dipo
"Hei sayang... Kenapa? Mas masih dijalan"
Aletta
"Iish kamu pura pura atau gimana sih mas" Aletta terkekeh karena Dipo sok tidak bilang apa yang barusan di beri kepadanya,
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman hidup
Narrativa generaleKisah si kembar beda gender dan wanita buta, Lgbt story Cover by @indie_neeh
