Terima kasih temen temen doa dan ucapannya, doa baik berbalik ke kalian.
Saya gak menyangka bakal masih ada yang baca karya iseng dari otak bodoh ini,
Tolong yang buruk nya jangan di contoh dari semua cerita yang sudah tertuang, nulis hanya hiburan semata buat saya pribadi, dan buat kalian semoga menjadi hiburan juga ketika lelahnya dengan skenario semesta,
Kita gak saling kenal tapi semoga kita bisa saling mengenang,
Happy reading!!!
Dipo Pov
Sudah seminggu aku tak pulang ke rumah masih di apartemen, atas keputusan dan kemauanku saat itu,
Aku membutuhkan jeda mencerna kisah hidupku ini, kisah cintaku ini, semenjak aku mengetahui Aletta hamil perasaanku sangat kacau sekali,
Sebenarnya aku bisa saja hilang pergi tanpa jejak, namun aku tak seremaja itu untuk berfikir,
Umurku sudah tua tak sepatutnya aku menghadapi kenyataan untuk di hindari, jadi aku memang meminta waktu kepada Aletta untuk menenangkan diri dari semua yang terjadi,
Dan kini kegiatanku masih sama bangun bekerja dan pulang larut, yang berbeda hanya aku tak bertemu Aletta, tak menghubungi Aletta,
Tapi fikiranku masih kepadanya setiap saat sulitku memang menghapus nama Aletta dihati dan pikiranku meski aku pun merasa kecewa akan tindakan keputusan dia dihamili Angga,
Setiap hari aku akan tidur sendirian, aku bangun dengan tak semangat, aku menyetir dengan letih, aku bekerja memaksakan diri karena tanggung jawab dan aku akan pulang dengan sangat larut semua hariku seperti itu,
Aku merasa kalah lagi dalam perjalanan kisahku sendiri, aku masih merasa jika itu cinta aku akan selalu jadi pemeran terpuruk, yang bersedih yang selalu terluka karena musibah atau kejadian..
Itulah diriku sekarang,
Mungkin wajahku nampak tak enak dipandang sekarang karena aku jarang senyum dengan siapapun,
Bagaimana aku bisa berpura pura tertawa jika hati ini sedang sangat amat bersedih, Aletta cintaku hamil oleh kembaranku, bagaimana coba jelaskan padaku bisa bahagia dari celah mana? tolong kasih tau aku agar aku juga tak menderita terus menerus,
Tolong Tuhan.... Lama lama juga aku capek bahkan aku merasa harapanku terhenti kadang kalau sudah tak mampu berfikir,
Selain rutinItasku yang sangat amat monoton tanpa hadirnya Aletta dalam hidupku selama seminggu ini aku kadang mengunjungi makam nenek dan kakekku,
Mereka tempat keluh kesah ku dari kecil hingga remaja sekarang aku sudah dewasa aku harus pulang kemana yang ku anggap rumah nyatanya bukan miliku,
Aletta bukan sepenuhnya kepunyaanku, sekarang aku harus apa ??
Ku duduk ditengah tengah makam kakek nenekku, kulihat satu satu batu nisan mereka,
"Kakek aku tau kalau ada masalah gak boleh menghindar, tapi apa aku kuat untuk permasalahan ini,? Andai kakek masih hidup mungkin aku gak akan secupu ini menghadapi nya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman hidup
Ficción GeneralKisah si kembar beda gender dan wanita buta, Lgbt story Cover by @indie_neeh
