53 . Kehilangan Aletta

2.3K 197 69
                                        

Terima kasih buat kalian yang masih setia membaca cerita keluarga mas Dipo ini,

Semoga kalian memaafkan perjalanan kisah Aletta dan dipo, ya memang harus seperti ini adanya,

Selamat membaca!!

Pov Dipo

Bagiku takdir ini sangat amat kejam, aku tak mungkin bisa gampang menerimanya begitu saja,

Aku gak sanggup, aku gak rela, aku gak akan pernah mampu jika kehilangan Aletta sumpah aku belum ikhlas menerima semua ini.

Jika bunuh diri diperbolehkan aku ingin mengakhiri hidupku sekarang juga, aku sudah kehilangan cintaku, kekasihku, teman hidupku didunia,

Kenapa Tuhan? sesingkat itu engkau memberi waktu kami bersama, dia baru saja jujur tentang perasaannya padaku, dia membalas cintaku,

Kenapa kau tak memberi waktu lebih lama untuk kami bahagia dulu, dia baru saja melahirkan anak-anak, tapi engkau tega mengambilnya bahkan Aletta belum sempat melihat wajah anak'anak kita yang lucu, sekejam itu engkau memberi ujian pada ku, Tuhan.

Sumpah aku marah dengan takdirku sendiri, aku tak mampu menangani kesedihanku ini aku kehilangan ibu periku dan itu sangat amat membuatku ingin mati,

Kau tahu Tuhan ketika aku melihat Alettaku di ruangan operasi sudah memejamkan mata tanpa pamit padaku,

Seketika pecah syaraf sadarku, tubuhku lunglai lemas tak berdaya, aku ingin dia kembali, aku memang saat itu histeris berteriak dalam ruangan.

Aku gak ingat siapa saja yang menenangkan ku, yang ku tau airmataku jatuh tak berhenti sambil ku peluk istriku,

Aku bahkan ciumi wajah Aletta yang semakin lama semakin pucat, aku pikir ciumanku seperti di dongeng yang bisa membangunkan orang mati,

Nyatanya ini takdir yang paling kejam aku rasakan,

"Aletta banguuuuunn... Sayaaaang....bangunnnn..." Wajahnya tak merespon apapun sempat aku minta tolong semua suster atau bahkan dokter entahlah aku tak ingat siapa saja di ruangan operasi itu,

"Sayang... Buka mata, ayo kita liat si kembar, hiks.... Aletta please jangan tinggalin mas.... Alettaaaaa." Aku terus menggoyang goyangkan tubuhnya tapi nihil, takdir sudah merenggutnya dari ku,

Aku membenci takdirku, akhirnya aku tak berhenti memeluk tubuh istriku terus menerus, aku tau pasti mereka yang didalam berusaha mencegah, tapi karena aku histeris mereka membiarkan diriku dengan kesedihan atas kehilangan ini,

"Aletta.... mas mau dipanggil papi sama kamu dan anak anak, dan kamu tetep mami nya, please bangun sayang jangan tinggalin aku, buka matamu Aletta buka....." suaraku bergetar ketika ku berucap

Kuharap istriku merespon namun lagi dan lagi dia tetap terbaring tanpa bergerak sedikitpun,

"Sayang.... Mas udah punya nama buat anak anak kita, hiks, " aku membisikan nama anak anak kepada telinga Aletta, berharap keajaiban kembali datang

"Nama mereka Samudra Dewata dan Muara Dewata, bagus kan namanya? please bangun sayang kamu harus dengar semua ini Aletta banguuuuun, please ... Jangan tinggalin mas " aku semakin histeris, entah bagaimana beberapa menit kemudian aku gak ingat,

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang