36. Maaf saya harus pergi

4.1K 278 102
                                        

Karena saya ulang tahun hari ini, sebagai kado untuk kalian cerita ini saya akan up 2 chapter.

Ingatkan saya nanti malam untuk up chapter selanjutnya, enjoy!!!

Ditunggu kado dari kalian 😁😁😉

Happy reading !!!

Dipo tidak pulang,

Aletta semalaman tidak tidur meski Bu Mar berkali kali mengingatkan nya untuk istirahat, dia malah menunggu Dipo diruang keluarga,

Persis ketika Dipo menunggu kepulangan Aletta saat itu, hatinya resah suaminya tak pulang bahkan hilang kabar juga, apalagi setelah melihat keberingasan Dipo ketika memukuli Angga,

Sungguh Aletta baru kali ini mengetahui jika Dipo sedang emosi diluar ekspektasinya, karena selama ini terhadapnya Dipo ini selalu lembut, Aletta tak menyangka Dipo memiliki sisi buas yang hampir fatal semalam jika Aletta tak memeluknya,

Angga memang tak akan sekalipun membalas pukulan sang adik tercinta karena dia sadar diri akan kesalahannya,

Dan tadi malam bahkan Aletta juga ketiduran sampai pagi di sofa, sampai Bu Mar menyelimutinya, bu Mar juga mencoba menghubungi Dipo memang tak aktif sama sekali,

"Bu.. mas Dipo sudah pulang?" Aletta terbangun dan langsung melihat Bu Mar sedang bebenah dapur,

"Belum nak..." Bu Mar langsung memberikan minuman hangat atau ramuan untuk wanita hamil, Bu Mar sudah menyediakannya jadi tinggal diseduh saja,

"Nomornya masih belum aktif?" Bu Mar menggeleng dan menghampirinya,

"Kamu minum dulu nak"

"Letta gak haus Bu" ucap Aletta menarik nafasnya

"Ini baik buat wanita hamil nak" Aletta tersenyum kecut tiba tiba, Bu Mar menyodorkan terus, sampai akhirnya Aletta pun meminumnya,

"Biarkan Dipo menyendiri dulu, dia memang begitu kalau punya masalaah, bakalan pergi hilang..nanti juga balik lagi?"

"Maksud ibu pergi, hilang bagaimana?" Ucapnya, Bu Mar menaruh kembali gelasnya setelah Aletta meminum beberapa teguk,

Dari kecil kalau Dipo punya masalah atau dimarahi bahkan bertengkar sama kakanya Dipo bakalan pergi dari rumah, dia kerumah kakeknya, kebetulan kakeknya tetangga perumahan,

Dengan sepeda BMX nya sambil menangis dia akan mengayuh sepedanya tanpa lelah, sampai datang kerumah kakek neneknya, dia tidak mengadu apapun dia akan datang mengetuk pintu dan langsung memanggil kakeknya lalu memeluknya,

Dengan erat tanpa mau melepaskan, tentu sambil menangis, kakeknya sudah paham kalau cucu perempuannya sedang tak baik baik saja,

Kakeknya juga tak pernah bertanya

"Kamu kenapa menangis?"

"Kamu berantem?"

"Kenapa cengeng?" tak ada pertanyaan seperti itu, hanya pelukan dan usapan dipunggung Dipo lalu di kecup keningnya,

Semua masalah ada solusi, rasa emosi akan reda dengan pelukan dari yang disayangi, gak perlu bicara apapun kakek tau kamu lagi gak baik, dan sulit untuk mengungkapkannya, gak usah berfikir keras, itu yang di sampaikan kakeknya,

Dan salah satu alasan kenapa ketika Dipo emosi hanya pelukanlah yang meredakan Dipo, karena sedari kecil dia mendapatkan pelukan dari kakek yang di sayangnya,

Kemudian kakeknya akan membawa dia kesuatu tempat untuk jalan jalan, menaiki sepeda kadang juga pakai motor antik kakeknya,

Motor tua yang staternya masih di engkol, tapi masih bisa berjalan dengan mulus karena kakeknya menyukai barang barang antik,

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang