52. I love you until the end

2.8K 181 98
                                        

Komen yang tertib Aletta mau berojol,

Hari hari berlalu dengan penuh tata krama bagi kehidupan Dipo dan Aletta, mereka sepasang dua insan yang selalu saling memahami dan mengerti, meski dibenak mereka terbersit ketakutan masing masing tentang identitas Dipo

Tapi ketika melihat mereka itu tak ada celah untuk mencaci hubungannya karena begitu nyaris sempurna jika dilihat dari sudut pandang kebanyakan para tetangganya,

Mereka sungguhan bak sepasang suami istri yang sudah siap untuk menjadi orang tua, tak sedikit para tetangga suka dengan keduanya, bahkan menjadikan mereka itu seperti panutan,

Ibu ibu kadang membandingkan perilaku suaminya dengan mas Dipo yang selalu menyanjung Aletta atau bahkan meratukannya, itu yang dilihat mereka sekilas kalau orang tulus memang terlihat dari tatapan matanya bukan?

Kadang parabapak bapak juga gak mau tinggal diam, mereka membandingkan sikap Aletta dengan istri istrinya yang gampang berisik jika sesuatu yang diinginkan tidak terpenuhi,

Jadi memang Dipo dan Aletta menjadi sepasang kekasih, suami istri, bahkan calon ayah dan ibu baru yang sangat membuat sekitar iri karena keharmonisan mereka, tak mengumbar tapi terlihat ketika mereka berdua saling memperlakukan,

Namun dibalik semua itu mereka hanya sedang mempermainkan bom waktu, semoga saja ledakan kebenaran suatu saat gak membuat semua hancur bagi kehidupan Aletta dan keluarga, karena kadang cobaan dari couple green flag itu malah datang dari pihak lain untuk memisahkan, atau bahkan pahitnya dipisahkan oleh kematian,

Dan kini banyak moment yang terjadi ketika Aletta akan dihadapkan dengan persalinan,

Dipo semakin khawatir dan pasti akan selalu mendahulukannya timbang apapun termasuk pekerjaan sekalipun,

Dia hanya ingin menjadi sosok pasangan yang siaga yang kelak akan diceritakan Aletta kepada anak anaknya, jika sosok ayahnya sangat menjaga mereka sejak dalam kandungan,

Malam itu angin lembut menyapa kulit. Aletta duduk berselimut di kursi rotan, sementara Dipo menuangkan teh herbal hangat ke dua cangkir. Mereka duduk berdampingan, kaki saling bersentuhan, sunyi tapi penuh makna.

Kadang Dipo jahil jempol kakinya menjepit kaki Aletta yang sudah agak bengkak karena kehamilan

"Emmm mas ..Kalau nanti kamu ngelihat wajah anak kita pertama kali... kamu pikir dia bakal mirip siapa?" Aletta tiba tiba memeluk lengan Dipo dan mencondongkan wajahnya ke wajah Dipo, sangat amat manja ibu hamil ini kepada suami perempuannya

"Semoga mirip kamu. Tapi aku pengen hatinya kayak kamu juga deh, ibu periku" jawabnya dengan lemah lembut sambil senyum juga mengusap kepala Aletta, tentu Aletta tertawa kecil

"Kalau hatinya kayak aku, dia bisa terlalu mudah dibohongi dan sedikit pendendam, aku pengen hatinya kayak kamu aja deh"

"Kenapa gitu?" Pura pura tak tau saja Dipo,

"Papinya sabar banget dan berjiwa besar menghadapi apapun dan manusia paling ikhlas yang aku temui, tapi asal jangan jadi tukang boong aja" ucap Aletta sambil mesam mesem Dipo sangat paham arah tujuannya kemana

"Itu bukan hal buruk. Karena mereka bakal mengerti cinta sesulit dan seindah ini meski didalamnya ada kebohongan, yang penting gimana caranya yakin atas perasannya sendiri"

"Dan semoga mereka tahu, mereka lahir dari dua orang yang pernah bohong satu sama lain... tapi di akhirnya akan ada kejujuran penuh setelahnya."

"Sampe detik ini mas rasa kamu gak pernah bohongin mas," tegas Dipo

"Ada... Nanti kamu tau sendiri pas mereka ini lahir, sekarang gak usah banyak tanya dulu" Ucapnya sambil meringis sedari tadi merasakan perut tak enak,

Dipo paham dan dia selalu siaga di sakunya ada minyak kayu putih kalau bersama Aletta karena sudah mulai terasa tiap malam istrinya itu gak enak duduk bahkan tidur,

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang