Nunggu konflik????
Sabar yah Genk, kita manis manis dulu menangis kemudian,
Happy reading !!
Rumah Aletta dan Dipo Dewanggi disiang hari, tenda kecil sudah terbangun di halaman dekat kolam dan rumah panggung mereka hiasan janur kuning, kursi tamu berjajar, meja hidangan sederhana dengan nasi kuning, tumpeng, kue basah semua sudah tersedia
Setelah mereka mendapatkan nanny untuk si kembar semuanya bisa terurus, si kembar punya penjaganya masing masing dan Aletta terurus oleh bu Mar ditambah Dipo sebagai pasangan,
Nanny keduanya akhirnya didapat dari temannya Aletta yang di kampung yang dulu pernah membuatkan baju pengantin yang sederhana dan simple tapi sangat elegan memancarkan aura tersendiri, mungkin karena Aletta nya punya aura positif jadi baju juga mengimbangi,
Dan berhubung disana diusir karena difitnah, dimana dihembuskan issue Bella Luna pengaruh buruk bagi anak anak remaja pada baru meletek ikut arus alias ikut ngondek, padahal itukan pribadi masing masing tidak perlu menyalahkan yang bersangkutan, karena pengusiran itu si bencong ini membutuhkan pekerjaan akhirnya Aletta memperkerjakan dia yakni ya Bella luna yang dulu pernah bilang punya mas Dipo besar p*nisnya,
Tapi sesungguhnya Aletta juga punya alasan lain kenapa memilih Bella Luna sebagai pengasuh anak anaknya,
Sementara yang satunya hasil rekomendasi dari Oma oma dan opa mereka kebetulan mereka punya kolega di negara ini, dan tentu Aletta jga Dipo menerimanya setelah berkenalan dan lainnya mereka percaya atas saran dari Opa Oma-omanya, nama nanny yang bakal jaga Samudra mbak Lena kalau Muara oleh si bencong Luna
Dan hari ini mereka akan mengadakan acara syukuran bayi kembarnya,
Aletta sudah menggunakan baju semacam gamis panjang yang biasa ibu ibu pakai kekajian atau pengajian meskipun kerudungnya hanya dipakai tersampir dipundak saja,
Sementara Dipo memakai baju koko dan peci hitam serta celana kain hitam biasa, maklum namanya juga lagi berperan sebagai ayah dan pria dimata para tetangga,
"Gagah banget papinya kita yah nak anak" Aletta senyum senyum sendiri melihat suami perempuannya sedang berkaca dan memakai pecinya,
Dipo pun jadi sok ganteng diperlihatkan pada sang istri yang memujinya, tapi seketika jahil, pecinya di pakai miring kayak kang Kabayan,
"Kekasihku...kalau begini papinya anak anak ganteng banget kan?" Seketika Aletta ketawanya pecah, tutup mata gak mau lihat karena suaminya yang cool ini konyol sekali,
Sampai Aletta yang sedang duduk di kasur bersama anak anak dihampiri dibuka tangannya agar matanya melihat dirinya,
"Neng, lihat akang..." Aletta tak mau melihatnya dari tadi ketawa terus karena kekonyolan Dipo,
"Pih...udah.. mami gak mau lihat" disela sela tawanya yang begitu nyaring,
"Seharusnya papi tambahin kumis Jojon yah mih disini"
"Engga udah diem... jangan becanda terus pih" Aletta menahan ketawanya sambil membenarkan peci yang dipakai Dipo,
Pasrah saja akhirnya Dipo dibenarkan peci dan pakaiannya,
"Ini baru papinya anak anak...yang tadi mah kang Kabayan"
"Dih dih... Tau dari mana kamu tokoh Sunda?..." Aletta menutup mulutnya untuk sudah stop jangan bercanda dan lainnya, karena tak mau diam akhirnya Aletta mencium Dipo lama,
Memang jurus ampuh kalau Dipo bucin tak mau diam ya cium saja atau goda pasti berhenti tapi akan berubah haluan jadi nafsu,
"Eemmm.. tolong aku mau diperkosa" ceplos papi Dipo,
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman hidup
Fiksi UmumKisah si kembar beda gender dan wanita buta, Lgbt story Cover by @indie_neeh
