32. Kerinduan yang di sangkal

3.3K 274 70
                                        

Komen yang tertib

Happy reading Genk!!!

Ada rasa lega Aletta kembali ke rumah namun disana perang dingin masih akan terjadi antara Aletta dan Dipo,

Sikap Aletta masih sama akan acuh kepada Dipo kalau berdua, malam dimana Aletta pulang langsung di guyur hujan deras sampai seluruh keluarganya istirahat sejenak baru setelah reda mereka pulang, sebenarnya Dipo menahan fisiknya yang kurang enak badan,

Makanya dia sampai pingsan, mungkin Aletta khawatir karena Dipo sangat panas dan flu berat, seperti yang diceritakan Bu Mar kalau Dipo kurang makan dan terakhir hujan hujanan saat pulang,

Aletta hafal betul karena Dipo memang mengunjungi dirinya selalu setiap hari namun keadaan seperti itupun tak membuat Aletta luluh,

Pas Dipo bangun dari pingsannya Aletta masuk ke kamar tersebut dengan membawa segelas air jahe,

Ceklek..

Dipo sumeringah meski badannya sedang tak karuan, sementara Aletta langsung menaruh minuman tersebut di nakas,

"Hei sayang" suara Dipo lemas namun wajahnya melempar senyum

"Minum ini...!"

"Makasih sayang, aku gak papa kuat ko gak sakit..."

"Gak usah so kuat Dipo... Kamu itu wanita"

Dipo terdiam dan sejenak merasakan nyeri dihatinya,

"Tapi aku beneran kuat apalagi setelah liat kamu pulang aku senang banget" sumpah Dipo ini sumeringah meski selalu berbalas dengan wajah datar Aletta

"Gak usah berharap banyak atas kepulanganku.. kita akan tetap masing masing dirumah ini"

"Aletta.. mas akan tetap mencintaimu meskipun aku disuruh jangan berharap"

"Nanti juga kamu bakalan capek sama perasaanmu sendiri, mencintai itu menyakitkan Dipo apalagi mencintai orang yang sudah membohongi itu lebih sakit"

"Tidak Aletta mas akan bertahan sampai kamu memaafkan mas dan kita mulai dari awal, sesakit apapun mas akan tetap mencintai kamu mas minta maaf atas semuanya " Aletta menatap Dipo dengan menghela nafasnya,

"Kalo kamu tetap dengan pendirianmu aku juga tetap dengan pendirianku, sulit ku memaafkan kebohonganmu Dipo, jadi kita liat saja siapa yang bertahan, cintamu atau kekecewaanku" kemudian Aletta langsung pergi

"Cepat kamu minum.. terus tidur! aku cuma mau ngambil baju ku, izin pakai kamar tamu dirumah ini, mulai sekarang aku akan tidur disana " Ucapnya sambil ngeloyor,

"Aletta... "

"Aku gak mau dibantah Dipo... Tolong... Hargai keputusanku" Dipo diam dan melihat saja Aletta yang bolak balik mencari baju tidur,

"Aletta kamu gak perlu izin apapun, ini rumah kamu juga" Aletta menarik nafasnya malas kemudian pergi begitu saja dari kamar tersebut, air mata Dipo mengembang,

Dia segera menyambar gelasnya dan meminum langsung habis ramuan yang dibuatkan Aletta,

"Setidaknya kamu pulang sayang.. aku sudah senang, meski kamu masih mengacuhkan aku, semoga aku bisa membuat kamu luluh dan aku janji akan bertahan " gumam Dipo berharap banyak atas kepulangan Aletta, padahal Aletta pun punya maksud lain kenapa dia pulang lagi seatap dengan Dipo, dan banyak alasan juga kenapa dia pulang biar Aletta memendam sendirian alasannya apa.

Esoknya

Pagi pagi buta Aletta sudah bangun dan dia akan berjalan santai mengelilingi perumahan yang baru banget dilihat nya, sekalian mengenal kembali para tetangganya yang dulu dia masih buta,

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang