62. Enzi jangan nakal yah

1.9K 138 20
                                        

Aletta Pov

Hari hari berjalan dengan sungguh sangat hangat kehidupanku sangat di baluti dengan kebahagiaan,

Suamiku sangat siaga meski dia seorang perempuan, aku sangat bahagia sekali tiada kata lagi yang bisa ku ucapkan,

Hubungan keluarga juga terjalin sangat harmonis banget, kadang kami berkumpul sebulan sekali di mansion keluargaku.

Kadang bulan depannya kami berkumpul di keluarga nya mas Dipo, yang kurasa sangat bahagia ketika ngumpul bersama tapi lebih lega ketika ngumpul dengan keluarga mas Dipo, karena kami tak perlu berakting atau ketakutan Mengenai identitas,

Ku lihat juga keluarga mas Dipo sudah jauh lebih adil, ketika bersikap dulu mungkin mas Dipo merasa tidak disayangi sama orang tuanya,

Tapi sekarang malah jatuhnya mas Dipo suamiku sangat di sayangi dan dibanggakan,

Mertuaku dapat cucu sekaligus 4 mana kembar semua lagi, sulit membedakan tapi memang ada cirinya sih meski dari satu sperma namun kan rahimnya berbeda jadi tentu bisa dibedakan,

Aku senang melihat Nanda dan Angga bahagia juga meski banyak intrik sih karena Angga kadang masih suka genit, tapi beruntung tidak sampai dibungkus sampai detik ini..dia sadar sudah jadi bapak dari 4 anak biologisnya,

Untuk adikku Alana masih belum mau punya Anak katanya, mereka masih pingin sibuk traveling bersama menghabiskan waktu berdua,

Biarkan saja pasti ada waktunya juga, sementara Alanis masih dengan tingkah konyolnya,

Kalau dipadu padankan dengan Angga mereka akan klop, sama slengean tapi dia sangat patuh dan juga nurut sama suamiku, mas Dipo sempat pernah marah pada Alanis, lebih tepatnya khawatir karena dia sudah mulai mencoba keluar malam dan pulang hampir pagi,

Jadi dikasih pelajaran gitu, aku senang aku tenang dan aku aman, merasa seperti itu karena suamiku,

Aku gak peduli dia wanita yang penting dia sosok suamiku,

Dan kalo om Rudi dan Tante Ning tentu mereka sangat amat bersyukur karena wanita buta yang mereka jaga sudah sangat bahagia bersama keluarga kecilnya,

Hampir setiap Minggu mereka video call dengan anak anakku, kadang sebulan sekali malah berkunjung, sejujurnya aku sempat punya kefikiran mau jujur kepada om Rudi dan Tante Ning tapi kata Oma Jamila... jangan dulu,

Biar itu menjadi urusan Oma, aku pasrahkan saja kalau ada hal yang sulit dimengerti aku pasti akan telpon Oma Oma dan Opaku,

Mereka lebih mengerti status rumah tangga sesama jenis ini, tapi aku sedih udah sebulanan ku dengar opa sakit sakitan terus, mungkin faktor usia makanya seperti itu,

Memang semenjak acara syukuran terakhir kali opa nampak tak enak badan dan lainnya, semoga opa baik baik saja itu doaku,

Dan untuk mantannya mas Dipo, yeah.... Aku memutuskan untuk berteman dekat malah sekarang kalau ngobrol klop juga,

Difikir fikir memang harus waspada tapi sejauh ini Enzi tidak ada tuh genit atau mengambil kesempatan dan kesempitan.

Semoga saja memang kami berteman dengan ketulusan dan kejujuran,

Sekarang aku lagi mengunjungi mertuaku aku sangat dimanja oleh orang tua mas Dipo,

Aku bermain kesana tanpa suamiku karena dia harus bekerja, tapi nanti pulangnya aku pasti dijemput, begitu memang suamiku sesibuk apapun kalau aku minta jemput dia pasti bisa akan di lakukan,

"Nak...mama bahagia rasanya ngeliat anak mama sudah menemukan pelabuhan terakhirnya," senyum ketika mama sedang menggendong Muara dan Samudra digendong papa mertua,

Teman hidup Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang