HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
Amora memutuskan untuk lansung pulang kekediaman sementara yang lain lebih memilih untuk ke markas membuat sang empun saat ini merebahkan dirinya di kasur kesayangan nya.
"Jadi keinget kamu sayang" gumam amora terkekeh geli namun beda dengan rasa yang menyelimuti dirinya.
Merenung terdiam menatap langit-langit kamar. Amora tersenyum tipis membuat nya menepis pikirannya jauh-jauh tentang masa lalu kelam nya. Amora tersadar suara samar-samar langkah kaki mengarah kekamar nya membuatnya mengerutkan keningnya.
Suara pintu digedor samar-samar membuat sang empun berdiri lalu berjalan kearah pintu dan membukanya dapat dilihat wajah kenzo yang tertampang jelas didepannya.
"Kenapa belum tidur ini sudah larut malam" tanya kenzo membuat amora menatap keluar hanya ada kenzo disana.
"Larut malam, terus lo ngapain baru pulang habis dari mana, habis sama cewe iya, kenzi mana, biasanya seperti anak ayam selalu ngikutin" tanya amora beruntunan membuat kenzo menatap datar.
Kenapa bisa dia mempunyai adik yang kadang dingin kadang bawel. "Embel-embel abang nya dipakai kurang sopan" tegur kenzo masuk kekamar sang empun.
Amora membulatkan matanya karna jaket yang tadi iya sempat pakai masih berada di kasur dengan cepat amora menarik paksa tubuh kenzo keluar.
"Mau ngapain lo" tanya amora menunjuk muka kenzo membuat sang empun menepis pelan tangan sang adik.
"Ngapain cuma mau masuk masa enggak boleh, apa jangan-jangan queen simpen barang aneh-aneh lagi atau narkoba" tuding kenzo membuat amora menatap garang.
"Dasar freak mana ada ngapain juga, apa jangan-jangan Lo iya bang" tuding balik amora membuat sang empun memutar bola matanya jengah.
Kesal dengan ocehan sang adik kenzo menjitak dahi sang empun dengan cukup keras. Hal yang dirasakan sang empun hanya denyutan didaerah dahinya.
"Sakit bangke" ringis amora membuat sang pelaku hanya terkekeh.
"Enggak boleh ngomong bangke dosa lo" tegur kenzo membuat sang empun menatap sinis.
"Bangke artinya itu bang kenzo apa sih" gumam amora lalu masuk kekamarnya membuat kenzo hanya menatap amora yang berjalan masuk berniat ikut namun dengan cepat amora menutup pintu membuat nya berbalik arah kekamarnya.
***
Tidak terasa pagi hari pun tiba amora yang masih bergelut manja di kasurnya ditemani guling dan selimut yang menutupi tubuhnya. Jam menunjukkan jika beberapa menit lagi mungkin dia akan terlambat masuk sekolah.
Sadar dengan tidur amora terkejut karna suara ketukan pintu terdengar membuat nya bangkit dari kasur kesayangannya. Mata yang masih menyorot ngantuk dengan sedikit dibagian kelopak mata yang sedikit menghitam mungkin efek kurang tidur.
Pintu terbuka menampilkan arthur dengan wajah tegas nya membuat amora mengedipkan kedua matanya menetralkan penglihatan nya yang memburam.
"Enggak sekolah ini sudah mau telat abang kamu sudah dari tadi berangkat" ucap arthur membuat amora mengangguk.
"Iya sudah sana mandi terus sarapan, momy sudah berangkat ke butik jadi dedy juga mau ke perusahaan" pinta arthur membuat amora lansung masuk sehingga sang empun lansung bersiap-siap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romance[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
