part 32

1.1K 34 0
                                        


HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-

2 bulan kemudian

Tidak terasa hari demi hari kian berjalan, waktu yang tidak terhenti sehingga 2 bulan hubungan kedua ketua dari black dragon dan black angel seakan membaik tanpa ada hambatan sedikit pun. Amora yang sudah terbiasa dengan ada nya alfareza di samping nya, begitu pula dengan alfareza yang semakin jauh memperlihatkan semua sifat manjanya.

Dengan kenzo yang sudah terbiasa dengan hubungan keduanya membuat hanya acuh namun kadang-kadang sering membuat masalah dengan alfareza.

"Queen" panggil alfareza yang melihat amora yang sibuk dengan laptop di depannya.

Tiada jawaban membuatnya melangkah melihat apa yang di kerjakan sang pacar namun amora lebih memilih untuk mematikan laptopnya. "Sudah selesai sibuknya" tanya alfareza.

"Jawab dong kok diam mulu dari tadi" kesal alfareza karna pertanyaan tidak di jawab.

Amora menatap datar kearah alfareza sehingga sang empun bersedekap dada. "Sayang, jalan yok" ajak alfareza.

Tidak menjawab membuat alfareza mendesuh kesal bahkan menendang angin seperti orang gila, "kenapa sih, gue nanya dari tadi kenapa enggak di balas, gue ada salah bilang jangan diam tau enggak sih" kesal alfareza mengeluarkan unek-unek nya.

"Bacot" ketus amora meninggal alfareza sendiri.

Lantas sang empun yang di tinggal menatap datar lalu menyusul sang pacar, 2 bulan berjalan alfareza begitu sering untuk menyempatkan waktu ikut ke kediaman keluarga smist sehingga kadang-kadang kenzi mengusir alfareza. Dengan orang tua yang jarang di mansion membuat mereka bebas mau tidak pulang atau tidak nya bahkan kedua orang tuanya tidak mengetahui hubungan keduanya.

Amora menatap kenzo yang duduk sendiri di sofa membuat nya menghampiri sang saudara yang sibuk dengan ponselnya.

"Ngapain" tanya amora membuat kenzo tersadar sehingga menggeleng sebagai jawaban.

"Reza mana" tanya kenzo membuat amora menatap kearah tangga sehingga terpampang jelas tubuh tegap milik alfareza.

Kenzo bingung tidak biasanya amora banyak diam, "kenapa, enggak mood, atau lagi berantem" tanya kenzo membuat amora menggeleng.

"Adik lo kenapa" tanya ketus alfareza membuat kenzo mengangkat bahunya acuh.

"Calon mertua gue mana, akhir-akhir ini jarang keliatan" tanya alfareza basa-basi.

Kenzo menatap datar, "semoga lo enggak berjodoh sama adik gue" ketus kenzo membuat alfareza berdecak.

"Anterin gue kerumah elana" pinta amora.

Kenzo mengerutkan keningnya "elana sama kenzi keluar bareng, mau ngapain emang" tanya kenzo membuat amora menghela nafas kesal.

Alfareza mengelus pucuk kepala milik amora membuat kenzo menatap tajam, "enggak usah lo pegang kepala adik gue nanti dia tunduk ke lo" peringat kenzo dingin.

"Bukannya dia yang tunduk malah gue yang sujud" jawab ketus alfareza.

Kenzo yang mendengar itu menganga tidak percaya bisa-bisanya ketua black dragon tunduk pada gadis yang tidak pernah mengeluarkan sifat asli nya itu pikir kenzo.

"Lo enggak lelah setiap hari kesini" sindir kenzo membuat alfareza menatap kearah amora.

"Enggak" jawab singkat alfareza membuat kenzo ingin sekali mengajak alfareza adu skil.

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang