HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-
Matahari sudah di singkirkan oleh bulan hembusan angin membuat bulu kuduk merinding amora menatap kearah balkon kamarnya dengan tatapan teduhnya.
Amora mengambil ponselnya karna sedari tadi suara deringan terus saja berbunyi tanpa henti membuatnya kesal menatap siapa yang menelponnya ternyata itu adalah gibran abimanyu si mata-mata rahasia.
"Kenapa" tanya amora setelah panggilan terhubung.
"Kau kemana saja, dari tadi saya menelponmu"__jawab nya dari sebrang.
"Jika tidak ada yang penting anda memang menganggu ku" ketus amora. "Kau bilang tidak penting, ini masalah kepala sekolah yang ada di bawa kaki mu nona, sekarang dia sudah mulai menggila dengan uang yang iya ambil"__ terang gibran.
Amora berdeham singkat. "Ketemu di cafe sekarang, bersama dengan kak dasha" pinta amora.
"Serlok nanti kami menyusul" __balas nya dari sebrang.
***
Sesuai dengan perjanjian amora sudah menunggu sedari tadi di cafe tempat lokasi paling aman menurutnya amora menatap kesekitar mencari keberadaan orang yang iya tunggu. Akhir nya cukup beberapa menit keduanya sampai mereka adalah gibran abimanyu dan dasha karaan dirwanitara kedua anggota inti black angel.
"Sudah lama menunggu, maaf di kota sangatlah macet" jelas gibran lalu duduk diikuti oleh dasha.
"Saya sudah 35 menit yang lalu" balas amora meminum secangkir kopi susu.
"Bagaimana keadaan markas yang ada di AS" tanya amora. "Sejauh ini gue dapat kabar mereka disana baik-baik saja tanpa ada musuh yang menyerang" jawab dasha.
Amora mengangguk sebagai jawaban sehingga tatapan nya beralih ke Gibran. "Bagaimana dengan informasi yang kau dapat kan tuan" tanya amora.
Gibran menatap sekitar. "Ini beneran kita bahas semuanya di tempat terbuka" tanya gibran membuat amora mengangguk.
"Kalau kedengaran bagaimana" tanya dasha yang sedari tadi menyimak.
Amora menatap sekitar, "tiada orang yang akan mencampuri urusan kita" jawab amora santai.
"Kalau ada polisi disini kan enggak lucu queen" geram dasha. "Tiada karna di sini pengunjung gelap semua" balas amora membuat kedua nya mendesuh kesal.
"Ya, terserah mu saja karna disini gue hanya menjalankan tugas dari lo" ketus kesal Gibran membuat amora mengangkat sebelah alis.
"Anda tidak setuju dengan pendapat saya tuan" tanya amora dengan dingin membuat Gibran mau tidak mau harus menggeleng.
"Jadi cerita semua informasi nya" pinta amora. "Kepala sekolah itu sudah mengambil uang senilai 3 miliyar, bahkan tidak dari sekolah saja bahkan iya mengambilnya di perusahaan ayah mu" terang gibran.
"Buset korupsi seperti enteng banget" gumam amora terkekeh membuat keduanya menganga.
Ingin sekali rasanya dasha menggeplak kepala sang empun mungkin geser pikirnya. "Akhir-akhir lo kelihatan butuh psikolog nona penjahat" ketus dasha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romansa[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
