part 25

1.3K 58 0
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-


Amora menatap dengan serius kearah laptop yang berada didepannya. Memantau pergerakan cctv yang sudah tersambung lansung markas black angel, penampakan kacau terlihat jelas membuat nya mencoba tenang melihat kekacauan di setiap sisi di bagian markas. Mau tidak mau dia harus mengeluarkan banyak biaya untuk memperbaiki semuanya.

Sementara yang menjadi tontonan sudah mencoba untuk mempertahankan semuanya dengan susah payah dengan jumblah musuh yang kian lumayan sementara mereka hanya setengah dari mereka.

Suara serangan kian terdengar jelas sudah ada beberapa yang terluka dengan serangan tersebut bahkan tidak segan-segan mereka memakai senjata api untuk menyerang.

"Bagaimana bisa markas sudah seperti kapal pecah namun ketua masih di persembunyian nya" ejek andre sang ketua black eagle.

Karna semua anggota black angel memakai topeng jadi tidak ada yang tau bagaimana semua identitas dari mereka.

"Kenapa kau mencari ketua kami, kami saja yang anggota inti kau sudah kewalahan bagaimana jika ketua kami turun tangan" tanya adriane dengan dingin.

"Bukannya kalian terdiri dari lima anggota inti, nama nih kok cuma ada tiga" ledek arga dengan tertawa meremehkan.

"Modal kirim penghianat kok bangga" ejek elana dengan tepukan tangan membuat semua anggota inti black eagle panas.

Dor

Suara tembakan hampir saja kena kearah elana membuat sang empun kaget karna tembakan tersebut meleset jauh kearah lain. Suara ringisan terdengar pelaku yang tadi menembak melepas pistol yang iya pegang karna darah mulai menetes dari pergelangan tangannya. Belati sudah tertancap jelas di pergelangan nya membuat semua tatapan mengarah ke gadis yang santai dengan topeng muka yang sudah sedia menutupi mukanya.

"Satu tetes darah, dibalas satu nyawa" ucap gadis tersebut.

"Shit aldara sialan kenapa dia baru datang" umpat adriane melewati batinnya.

"SERANG" teriak lantang andre yang melihat sang wakil ketuanya kena dengan belati membuat nya murka.

Aldara menyerang arga dari belakang sehingga sang empun tidak mendeteksi serangannya sehingga membuatnya terjatuh ke tanah.

"Saya tidak suka terburu-buru" ucap adriane dingin.

"Korban sudah berjatuhan di anggota lo, kenapa kau sudah tidak punya rasa malu bahkan kau mau membunuh semuanya" ucap kayla membuat andre menatap kesekitar dan benar hanya anggota nya sudah mulai tepar tak berdaya.

"Yakin kalian bisa menang" tanya andre dengan tersenyum miring mengeluarkan gas air mata membuat adriane menatap was-was.

Bugh

Aldara memukul kasar pundak andre sehingga sang empun melepas ga saur mata yang iya pegang sampai terjatuh ketanah. Rasa sakit kian iya rasa sehingga aldara mencekal tangannya sehingga sang empun berbalik namun dihadiahkan bugeman kasar ke muka nya, sehingga darah keluar melewati hidung nya.

"Raja tanpa prajurit bisa apa" ejek aldara menodongkan pistol tepat kearah kepalanya membuatnya mengangkat kedua tangannya.

"Jika saya sudah diizinkan membunuh maka detik ini kau mati di tangan ku" ucap rendah aldara membuat andre menatap sekeliling nya yang sudah tiada pertempuran.

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang