part 41

1K 32 3
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-

Adriane keluar kelas sehingga amora hanya menatap kepergian dari adriane. Adriane berjalan kearah lorong yang sepi sehingga masuk kedalam ruangan scurity yang ada. Disana sudah ada petugas yang stanby dengan kopi yang melengkapi di sampingnya.

"Maaf menganggu, apakah boleh saya cek cctv" tanya adriane sehingga scurity tersebut mengangguk.

Adriane menatap semua komputer yang berada di depannya sehingga fokus tepat kearah di mana cctv yang sudah berjalan 35 menit yang lalu sehingga sudah terlihat interaksi kayla dan alvano terlihat dari luar sekolah. Adriane menatap dengan teliti dan benar saja iya dapat melihat salah satu orang yang menurut nya mencurigakan karna memakai pakaian serba hitam.

"Maaf pak nanti kirim kan file ini kepada ku" ucap adriane sehingga scurity tersebut menatap detail.

"Tiada yang mencurigakan, kau mau buat apa rekaman ini" tanya scurity tersebut.

Adriane mencoba memutar balikan isi pikirannya sehingga tersenyum miring. "Saya sangat butuh dengan rekaman ini karna disini ada teman saya menjadi kambing hitam sama laki-laki ini, bahkan mereka pacaran tapi malah sama yang lain" terang adriane seakan berdrama.

Scurity tersebut tertawa, "astaga sekarang kisah percintaan anak muda sangat kacau" ucap scurity tersebut. "Baiklah bapak kirim rekaman jangan lupa kasih semua buktinya" canda scurity tersebut sehingga adriane mengangguk.

Setelah selesai dengan apa yang harus iya lakukan adriane kembali kekelas namun iya bingung kemana amora pergi. Dia sudah menanyakan nya kepada aldara namun sang empun menjawab jika amora pergi ke perpustakaan sekolah bersama dengan alfareza.

Sementara amora dan alfareza yang berada di perpustakaan sekolah bukan nya datang ke perpustakaan untuk membaca, malah keduanya sibuk dengan dunia mereka. Alfareza tertidur di sofa dengan amora di sebelahnya yang sibuk dengan ponselnya dan jelas jika iya sibuk dengan rekaman yang dikirim oleh adriane kepadanya.

"Sayang" satu panggilan dari alfareza dapat membuat amora tertoleh menatap wajah alfareza.

"Lo aneh akhir-akhir enggak seperti biasanya" gumam alfareza menatap langit-langit atap sekolahan.

Amora terdiam lalu memasukkan ponselnya di saku. "Aneh seperti apa" tanya amora bingung dengan ucapan alfareza.

"Ya aneh aja gitu" jawab alfareza membuat amora terdiam sejenak. "Mungkin pikirin lo yang bermasalah' balas amora.

Amora menatap kosong kearah depan, "enggak, ini itu bukan pikirin gue yang aneh tapi lo yang aneh" ucap alfareza.

Mendengar ucapan alfareza berhasil membuat amora terdiam sejenak. "Gue pusing za" keluh amora.

Keluhan tersebut berhasil membuat alfareza duduk tegak. "Sini tidur, tapi nanti pas pulang sekolah lansung ikut ke rumah" pinta alfareza.

"Mengapa, apakah harus, gue lagi malas dan butuh istirahat"

"Lo enggak sayang sama gue, seberapa kelam kisah mu dengan mas lalu mu" tanya alfareza dingin.

Amora terdiam menatap langit-langit atap sekolah sehingga tertawa kecil, respon dari sang pacar berhasil membuatnya bingung. "Lo aneh ya za, pertanyaan sering kali lo lontarkan, jika masalah masa lalu gue memang tidak bisa menceritakan nya dan masalah yang lo tanya gue sayang lo ya jawabannya__" ucap amora sehingga alfareza menaikkan sebelah alisnya.

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang