[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY]
Amora quenara Albertina smist
Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis.
Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
Amora menatap kearah alfareza dengan tatapan sendu. "Rez, gue memang suka bercanda namun tau batas dan tau ucapan, candaan semua orang itu seakan hiburan bagi orang yang tidak mengerti perasaan orang lain, gue tidak menyalah mereka atau salah satunya tapi gue yang salahkan diri gue sendiri yang terlalu lemah dengan ucapan seseorang" ucap amora dengan tatapan seakan akan menumpahkan air mata. "Ucapan itu lebih sakit dari goresan pisau".
Amora duduk di samping alfareza sehingga kembali mengobati luka-luka yang di miliki alfareza. "Ra, sakit" keluh alfareza karna merasakan ngilu.
"Lo punya malu, atau urat malu lo sudah putus, gelar ketua black dragon tapi malah selemah ini" kesal amora dengan tingkah alfareza.
"Asal kamu tau sayang ini tidak sakit tapi cuma akal akalan ku doang" batin alfareza.
"Itu kan beda "ujar alfareza lalu mencondongkan tubuh nya tepat pada pundak Amora.
"Boleh" izin alfareza membuat Amora hanya mengangguk membuat alfareza menaruh kepalanya tepat pada pundak Amora melepas beban pikirannya.
Amora yang melihat itu hanya tersenyum tipis saking tipis tidak ada yang menyadarinya sedangkan alfareza yang begitu nyaman diposisi begitu membuat tidak mau bangun dari posisinya yang sekarang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Posisi mereka berdua
Amora hanya pasrah melihat alfareza yang menyadarkan tubuhnya ditubuhnya.
"Udah" tanya Amora membuat alfareza hanya menggeleng saja membuat Amora menghela nafas karna dia tau jika saat dia dan alfareza sedang jadi bahan perhatian keluarga nya.
Amora lebih memilih untuk mengobati sedikit luka yang ada dibagian bahu alfareza meski posisi nya sedikit kurang nyaman tapi mau gimana lagi.
"Queen" panggil alfareza membuat Amora menghentikan kegiatannya.
Satu nama berhasil membuat Amora terdiam sejenak lalu membalasnya dengan dehaman singkat. "Tatapan gue untuk sekali ini" pinta alfareza membuat Amira menatap alfareza.
Amora kaget dengan kondisi alfareza dengan air mata yang sudah mengalir, Amora membeku seketika. "Kenapa" tanya Amora sedikit menyugarkan rambut alfareza kebelakang sehingga membuat wajah alfareza sedikit jelas untuk dilihat.
"Maaf" cuma itu lontaran ucapan yang dikeluarkan oleh alfareza membuat Amora hanya berdehem.
"Lo nangis, gue ada salah" heboh amora menatap sekujur tubuh alfareza dengan was-was.