part 30

1.2K 39 0
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-

Amora hanya menatap datar kearah kenzo dan kenzi yang berada di depannya mendengar perdebatan kedua saudaranya yang tidak berguna baginya.

Malam dimana kenzi mengajak kenzo untuk pergi ke markas seakan menjadi perdebatan membuat Amira jengah dengan keduanya. Dengan kenzi yang menolak jika persetujuan kenzo karan sang empun amu mengajak amora ke markas mereka.

"Perdebatan kalian membuat ku pusing" ucap amora.

"Lo harus ikut kemarkas untuk menyelesaikan permalasahan yang tadi ada di markas" balas kenzo.

Kenzi menatap tajam. "Lo jangan aneh-aneh di markas berbahaya banyak cowok enggak ada cewek jangan sampai juga ada penghianat yang mengetahui hubungan kita" larang kenzi.

Kenzo mengacak rambutnya frustasi memang benar apa larangan dari kenzi namun iya harus dengan cepat untuk mengurus yang ada di sekolah.

"Oke gue putusin untuk ikut" putus amora berdiri membuat kenzi menggeleng.

"Tidak! Amora jangan bantah gue sekali ini karna berbahaya" ucap kenzi membuat amora menatap datar.

"Kalian anggota inti kabarkan ketua kalian kosong kan markas" ucap amora membuat kedua saudaranya saling tatap.

Kenzi menghela nafas pasrah dengan kelakuan kedua saudara yang tidak berbanding balik dengannya. "Oke-oke gue turutin" putus kenzi lalu memberi kabar ke alfareza.

***

H

embusan angin menerpa kulit tubuh langit malam terlihat begitu tenang, suara jangkrik beradu di tengah hutan dengan bangunan gedung yang tua di depan ketiga bersaudara tersebut.

"Markas kalian" tanya amora menatap sekitar yang sangat sepi.

Kenzi mengangguk membuat amora menatap kesekitar menatap beberapa pecahan botol-botol bekas arak-arakan. "Jelek benget" gumam pelan amora.

Kenzo yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya sehingga amora hanya menggeleng. "Ya sudah ayo masuk yang lain sudah menunggu" pinta kenzi membuat amora mengangguk.

Pintu terbuka membuat amora menelusuri kan matanya ke setiap sudut bangunan tua tersebut cukup Bersi namun tidak sebersih markas nya.

Tatapan nya terhenti melihat 3 pemuda yang sedang duduk di sofa mereka adalah alfareza, angkasa dan alvano.

"Markas sepi banget" gumam kenzi duduk di sofa tepat di dekat alvano.

"Lo yang menyuruh kami mengosongkan markas" balas angkasa membuat kenzi terkekeh lalu menatap kearah kenzo dan amora.

Dengan tatapan amora yang terus saja menelusuri semua sudut dengan tatapan aneh membuat kenzo mengacak rambut amora dengan gemas.

"Segitu nya lihat ruangan ini, dari tadi loh" tanya kenzo membuat amora hanya menatap datar.

"Markas kalian kotor" ketus amora lalu berjalan duduk di dekat alfareza sehingga sang empun tersenyum tipis.

Kenzo yang mendengar ucapan amora membuat berdecak kesal. "Kita tidak boleh terlalu mengosongkan markas jadi hanya beberapa jam saja" peringat angkasa.

"Gue cuma mau selesaikan masalah yang tadi siang" ucap kenzo membuat alfareza mengangkat sebelah alisnya.

"Waduh buk ketua kenapa di segitu nya lihat semua pojok ruangan, mau di ajak untuk keliling ruangan?" Tanya alvano membuat amora menormalkan tatapan nya.

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang