part 57

1K 26 1
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.

Saat lah pusing dengan suara kedua laki-laki berbeda umur tersebut amora menatap kedua dengan tajam. "Kalian diam lah, telinga saya muak dengan kalian" marah amora.

"Ini juga kelakuan mu" marah Liam tetap fokus ke jalan raya.

"Coba kasih tau, bagaimana bisa kau seperti ini" tanya Erland.

Muak di tanya 88× amora tidak berniat untuk menjawab Erland sehingga sang empun menghela nafas kesal. Sesampainya di rumah sakit Erland pun mengendong tubuh Amora menuju ruangan UGD dan disambut oleh dokter berserta suster yang ada disana.

"Excuse me sir, what happened? "tanya sang dokter melihat tubuh Amora yang ada di gendongan Erland dengan lumayan darah segar.

Seorang dokter wanita, dengan wajah cantik dan kulit putih. Sudah jelas dia adalah penduduk asli Amerika membuat erland menatap dokter tersebut dengan lekat.

"Accident " alibi Liam membuat dokter tersebut mengangguk dan mempersilahkan kepada Erland membawa tubuh Amora untuk kebangkar.

"I'm sorry, but you may leave during the examination as this is for the patient's comfort." usul sang dokter membuat Erland dan Liam saling tatap

"Can't" tolak Liam membuat sang dokter dan suster saling tatap menatap

"Sorry but this is the rule in every hospital, sir"kelas sang suster

"Kalian keluar saja, biar dokter memeriksa ku" pinta amora dengan suara pelan bahkan nyaris hanya terdengar begitu kecil.l

"Tidak, grandma harus berada di sisi mu" tolak Liam membuat amora menghela nafas berat.

"Check me, leave him here" pinta amora membuat sang dokter mengangguk tidak lupa melemparkan senyum simpulnya.

"I can see your wounds" ujar sang dokter membuat Amora membuka bajunya sehingga menyisakan tank top berwarna abu.


Sedangkan Liam yang melihat itu dengan cepat mengalihkan tatapannya, tapi karna dia sangat kepo dengan keadaan punggung sang cucu kesayangan dan sedikit melirik kearah punggung Amora yang terdapat luka. pada dua bagian punggung dan satu dibagian pinggang membuat Liam membelakkan matanya.

 pada dua bagian punggung dan satu dibagian pinggang membuat Liam membelakkan matanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Contoh luka yang Amora alami

"Astaga sayang" tanya khawatir Liam memandang kearah Amora.

"Fine" ujar Amora.

Sedangkan dokter tersebut mulai mengobati luka Amora dengan sangat talenta Amora memandang ke seluruh ruangan UGD tersebut hingga dia tidak sadar jika air mata tiba-tiba keluar dari matanya. Liam yang menyadari itu menghapus jejak air mata tersebut.

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang