part 14

1.6K 85 1
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-


Begitu juga dengan yang lain mendengar respon eja membuat mereka merasakan kesal bahkan badmood seketika. Elana berjalan kearah eja dengan tatapan datarnya.

"Woy di sini lo itu cuma adik kelas ya, jangan songong gitu dong" peringat elana dengan kesal.

"Lah kan gue cuma mau kenalan dan masalahnya buat kalian apa? Kenapa harus ikut campur" tanya eja dengan suara yang sedikit dikeraskan sehingga menjadi pusat perhatian.

Elana menggepalkan kedua tangannya membuat kenzi merangkul sang empun "oh oke udah jangan diterusin" tegur kenzi.

"Enggak bisa gitu dong! Dia itu harus di kasih pelajaran bagaimana harusnya mempunyai attitude" ucap elana tidak terima.

"Lan sudah jangan diteruskan" ucap aldara membuat sang empun menatap sinis.

Eja menatap kearah amora yang sedari tadi menatap nya dengan tatapan datar "bukan begitu? Gue kan hanya mau kenalan sama lo doang kenapa mereka malah ikut campur" ucap eja kepada amora.

"Urusannya gue sama lo apa" tanya amora.

"Dia pacar gue, lo berurusan sama gue maka lo gali kuburan lo sendiri" ucap dingin alfareza berdiri dengan tatapan tajamnya.

Eja yang mendengar itu menatap kepada amora. Sedangkan yang lain yang mendengar itu mengira jika itu beneran sehingga banyak yang menyoraki eja membuat sang empun menahan rasa malunya.

"Waduh-waduh apa ini " ucap elana dengan ejekan akhirnya.

"Alah palingan juga lo mau sama dia karna banyak uang kan" ucap eja menatap kearah amora dengan tatapan meremehkan.

Bughhh

Siapa sangkak omongan itu berhasil membuat kenzo turun tangan membuatnya lansung membugem pipi sebelah kanan eja dengan kasar. Sang empun terhayung kebelakang memegang pipinya membuat yang lain kaget. Eja merasakan jika saat ini pipinya mengeluarkan darah membuatnya mengelapkan dengan jempol nya.

"Alah bacot kalau sudah malu enggak usah ngejelekin" ucap kenzo dengan tatapan tajamnya.

"Woy-woy bro jangan gitu lah" ucap alvano menarik paksa tubuh kenzo menjauhkan nya agar tidak menjadi pertengkaran.

Sempat memberontak kenzo namun terhenti karna angkasa memegangnya sehingga menatap datar.

"Fisik bisa di ubah, materi bisa di cari, tapi cowok mokondo tetap datang ngemis-ngemis enggak malu tamplik dong" ejek elana membuat semuanya tertawa.

Ucapan itu berhasil memotivasi banyak yang ada disana sehingga banyak yang setuju dengan ucapan elana ada benar nya juga.

"Disini lo itu cuma menjadi bahan ketawaan jadi pergi" usir alfareza membuat eja lansung melenggang pergi

Semuanya tertawa melihat kepergian eja membuat amora yang sedari tadi melihat kejadian itu hanya menatap datar. Amora berdiri membuat yang lain bingung dengan berdirinya sang empun.

"Kemana?" Tanya adriane "kekelas" jawab amora, aldara menatap dengan kesal bisa-bisanya dia baru saja sampai dikantin untuk mencari amora eh malah sang empun mau pergi kekelas.

"Loh kok gitu kita kan baru saja sampai masa lo sudah mau pergi" ucap aldara tidak terima.

"Muak" ucap amora lalu pergi begitu saja.

"Iya sudah kita makan aja dulu" usul kenzo membuat yang lain mengangguk setuju.

Tatapan mengarah kearah alfareza yang diam sedari tadi membuat yang lain saling tatap menatap. "Lo beneran iya pacaran sama amora" tanya alvano membuat yang lain mengangguk setuju dengan pertanyaan tersebut.

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang