HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
Alfareza menatap amora yang sedari tadi membuat bingung dengan perubahan sikap tersebut. Amora menyadari jika saat ini alfareza memandangi nya dengan tatapan aneh membuat nya berbalik menatap netra tajam milik sang empun.
"Kenapa ada yang salah" tanya amora membuat alfareza menggeleng.
"Lo bisa pergi jika urusan lo sama gue enggak ada" usir amora "Lo cuma di suruh anter ini bukan jadi pergi" lanjut amora.
"Lo usir gue" tanya alfareza.
Amora menaikan sebelah alisnya seakan bertanya kenapa memang benar adanya jika saat ini dia memaksa alfareza untuk keluar.
Tidak ada jawaban "Gue enggak akan pergi sebelum lo habisin ini" pinta alfareza.
"Nonsense, pergi enggak lo" ucap amora dengan tatapan tajam nya.
Bukan nya gentar manusia yang didepannya malah terkekeh. Melihat respon itu amora menghela nafas lelah dengan bantahan alfareza.
"Gue yang pergi" putus amora membuat alfareza mencekal tangan sang empun.
Netra kedua nya seakan beradu di satu tempat, tatapan tajam bak silet terlihat menajam. Amora menyentak tangan nya kasar sehingga cekalan tersebut terlepas.
"Gue enggak suka di bantah amora queenara" tekan alfareza dengan tatapan tajamnya.
"I don't like being forced" balas amora dengan tatapan sinis nya.
Antara mata tajam dan sinis mulai beradu membuat alfareza menetralkan tatapannya. Amora meninggalkan alfareza yang terdiam di tempat sehingga sang empun mengikuti langkah amora.
Sadar jika alfareza mengikuti nya amora terhenti membuat sang empun tidak sadar sehingga tabrakan dari belakang terasa membuat amora maju dua langkah lalu berbalik menatap penuh selidik ke alfareza.
"Lo buntuti gue" tuding amora menunjuk kearah muka alfareza sehingga sang empun menepis tangan amora.
"Enggak" balas alfareza membuat amora tersenyum paksa.
Amora tidak membalas ucapan dari alfareza dia lebih memilih untuk berjalan kearah kantin sehingga alfareza yang berada dibelakang mengikuti langkah nya.
"Lo mau pergi kekantin sedangkan gue sudah bela-belain bawakan untuk sarapan" cegah alfareza membuat amora tidak berhenti sedikit.
Amora duduk di paling pojok membuat sang empun duduk di depan amora sehingga sang empun hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata.
"Lo mau apa sih" tanya amora kesal yang selalu di buntuti sang ketua black dragon tersebut.
"Kau belum menjawab ucapan ku yang barusan" ucap alfareza membuat amora menatap datar.
Ingin sekali saat ini amora membacok orang yang berada didepannya. "Pertama gue enggak pernah suruh lo bawakan itu, kedua gue risih dengan keberadaan lo, ketiga ngapain juga lo peduli dengan gue jadi pergi dari hadapan gue sekarang" jelas amora panjang membuat alfareza terkekeh.
Enggak tau di untung itu lah pikir alfareza namun lebih memilih untuk diam saja. Amora saat ini hanya menatap datar melihat sekitar yang sepi karna mungkin sudah waktu nya jam masuk sehingga banyak yang pergi ke kelas.
"Lo disini murid baru tapi sudah bolos aja" gumam alfareza membuat amora menaikkan sebelah alisnya.
"Lah lo yang murid berakar disini seharusnya sebagai contoh bukan malah ikutan bolos" balas amora membuat alfareza diam ada benar nya juga apa yang di katakan amora.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romance[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
