HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-
Amora berjalan di taman kota dengan perasaan campur aduk membuatnya mencoba menenangkan pikiran dengan melihat beberapa orang yang berlalu lalang. Bukannya terasa nyaman sang empun risih dengan ada nya tatapan kearah nya.
Merasakan jenuh nya hati amora membuka ponsel nya melihat panggilan tidak terjawab dari kedua saudara nya dan sang momy.
Panggilan tidak terjawab
Bang Kenzo 20×
Bang Kenzi 18×
Momy 2×
Amora mengerutkan alisnya melihat panggilan tidak terjawab dari sang momy amora pun menelpon balik. Cukup menunggu akhirnya panggil tersambung.
"Kenapa?" Tanya amora setelah panggilan terhubung.
"Eh sayang maaf nih momy dan dedy kami lagi di korea ada urusan bisnis karna dadakan, tadi pagi enggak kasih kabar sekalian kasih tau abang-abang kamu ya baik-baik disana"jelas jesi dari sebrang.
"Kapan pulang" tanya amora. "Mungkin disini cuma seminggu aja sayang"jawab jesi. "Ya sudah momy lagi sibuk sayang jangan nakal-nakal disana" lanjut jesi sehingga panggilan terputus.
Amora berjalan ke suatu kedai kopi terdekat suasana yang asri pemandangan mengarah kejalan raya sehingga membuatnya merasa tenang akibat hanya ada sedikit pelanggan yang duduk di kursi masing-masing. Amora duduk di area paling pojok dapat mengarah ke jendela kaca luas yang tertepa di dirinya dari luar.
Tidak lupa menyuruh satu pelayang untuk memberinya segelas jus alpukat sehingga membuatnya mulai berpikir santai.
Pikir amora ketenangan adalah kesendirian tetapi kesendirian juga butuh seseorang yang menemani. Hal yang rumit namun itu lah kehidupan yang harus di jalani.
Serasa damai dengan pikiran nya amora pun berniat pulang wajah cantik yang selalu menampilkan datar tanpa ada senyuman membuat semua orang melihat itu kagum dengan kecantikan tersebut.
***
Deruan motor terdengar masuk di area mansion amora yang sudah standby di ruang tamu dengan ponsel yang berada di tangannya muali terganggu. Pikirannya saat ini mungkin kedua saudara nya sudah pulang tidak tau kemana tujuan kedua manusia itu amora hanya bodo amat.
Kenzo masuk keruangan keluarga dengan kenzi yang sudah mendahului nya bahkan tidak segan-segan untuk menyenggol nya kasar. Kenzo menghela nafas mencoba menenangkan dirinya untuk tidak membuat keributan di dalam mansion bahkan di depan amora sekaligus.
Amora dapat melihat wajah keduanya yang penuh lebam dimana-mana. Bahkan kondisi yang acak-acakan membuat nya hanya diam.
"Ra" sapa kenzi menepuk pundak amora membuat sang empun menepisnya kasar.
Kenzi mundur beberapa langkah tatapan tajam menyorotin nya. Kenzo tau saat ini amora akan marah kepada keduanya. Seakan penciuman mencium aroma aneh membuat amora menatap kearah kenzi.
"Kenapa disini ada aroma bangkai?" Tanya amora dengan berdecak pinggang.
Kenzi mencoba untuk menetralkan penciuman nya tidak ada satu titis aroma bangkai menurutnya. "Tidak ada aroma bangkai, penciuman gue enggak rusak kan?" Balas kenzi.
"Gue tidak suka aroma alkohol" ucap dingin amora membuat kenzi mundur dari jarak yang tadinya hanya beberapa langkah.
"Kau mau merusak penciuman gue dengan aroma badan lo" sentak amora dengan tatapan tajamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romansa[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
