part 46

944 29 0
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-
-

Amora yang baru kembali dari luar mengambil ponselnya lalu mengacak nya sehingga menemukan nomer adriane lalu menelpon nya.

"Gue mau lo ambil flashdisk diri gue, sekarang gue enggak mau ada bantahan" pinta amora setelah panggilan tersambung.

"Lo jangan gila, ini sudah malam gue tidak mungkin kesana"___ tolak adriane dari sebrang.

"Ini tentang info yang lo perlukan" ucap amora membuat adriane mengiyakan nya.

Amora memutuskan panggilan nya sehingga mengambil flashdisk nya. Cukup lama iya menunggu akhirnya adriane kembali menelpon nya.

"Gue sudah berada di depan rumah lo"

Tujuh kata berhasil membuat amora memutuskan panggilannya, amora menatap heran kepada lima pemuda masih bercanda tidak lupa di lengkapi jesi dan arthur yang melengkapi mereka. Niatnya mau keluar namun terhenti akibat adriane datang herannya iya bersama dengan aldara.

"Hay tante cantik" sapa aldara membuat jesi tersenyum.

"Waduh disini cuma tidak ada kayla dan elana ya" ucap jesi membuat aldara terkekeh kecil.

"Tadi aldara sudah ajak keduanya tapi sibuk sih katanya" balas aldara duduk bersebelahan bersama dengan adriane.

Amora kesal dengan keduanya karna harus ada drama, "jadi kedatangan kalian berdua ngapain" tanya kenzi membuat aldara menatap kearah amora yang masih berdiri.

"Kata amora dia kangen sama gue, ya sudah gue datang bersama adriane" jawab aldara membuat yang lain menatap intens namun hanya percaya saja.

Amora memberi kode lewat mata kearah adriane untuk mengikuti nya kedalam kamar sehingga sang empun mengangguk membuntuti nya dari belakang. Yang lain bingung dengan gelagat keduanya namun hanya kembali bercanda dengan kedatangan aldara.

Amora masuk kekamar memberi flashdisk kepada adriane membuat sang empun menerimanya. "Jika kau di tanya habis ngapain jawab aja ambil sesuatu" perintah amora membuat adriane mengangguk.

"Ini lengkap dengan yang gue butuhkan bukan" tanya adriane membuat amora mengangguk singkat.

***

Pagi hari pun tiba amora yang sudah siap dengan seragam sekolahnya menatap dirinya dipantulan cermin, amora mengambil ranselnya lalu berjalan keluar menatap keluarganya yang sudah sarapan.

"Pagi" sapa amora.

Bukannya mendengar jawaban amora mendapatkan tatapan yang aneh dari kedua orang tuanya dan kedua saudaranya. Tidak biasanya bingung Amora.

"Sarapan" suruh jesi membuat amora terdian sejenak.

"Kalian kenapa, tidak biasanya seperti ini apakah amora ada salah" tanya amora bingung dengan kelakuan keluarganya.

"Diem lo, banyak tanya" ketus kenzi membuat amora menghela nafas kasar lalu meninggal mereka tanpa kata pamit.

Sesampai disekolah yang lumanyan sepi akibat semua sudah masuk kelas dan Amora pun berjalan kearah lorong sekolah dengan tatapan datar membuat siapa pun yang menatapnya menjadi merinding.

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang