HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
Kejadian begitu sangat cepat, amora menatap Alex yang bersimbah darah. "Dia pantas di hukum mati, maka dari itu saya membantu" ucap dingin amora.
Salah satu polisi datang, badan yang kekar dengan salah satu pistol yang iya bawah. "Terima kasih bantuan mu buronan sudah tidak membuat kekacauan" ucap polisi tersebut.
"Sudah seharusnya" balas amora lalu meninggalkan kan perkaraan aula.
Semua orang menatap kepergian gadis tersebut dengan tatapan tidak percaya. "Itu bukan Amora kan" tanya alfareza pelan hingga didengar oleh Liam.
"Itu bukan seberapa, karna bukan dari tangan nya iya mati" balas Liam membuat yang lain mengerutkan kan dahinya bingung berbeda halnya dengan adriane dkk yang mengerti apa yang dimaksud oleh Liam.
"Maksud mu apa tuan" tanya darga yang ikut menanyakan perihal Amora.
"Tidak usah dipikirkan kita pulang" ajak Liam membuat semuanya mengangguk setuju.
"Kita bicarakan dirumah" ajak Maria membuat yang lain mengangguk menyetujui permintaan tersebut.
***
Sesampai disana mereka pun berbincang bincang tentang masalah Amora. Semua masih tidak percaya dengan amora yang mempunyai sekolahan.
"Saya tidak menyangka jika amora memiliki sekolah tersebut" ucap aruna.
"Saya mendidiknya seperti seorang laki-laki, saya mengambil keputusan untuk merawat nya sedari kecil agar tidak di manjakan" balas Maria.
Suara derapan langkah pun terdengar membuat intensi semuanya mengarah ke sumber suara dan memperlihatkan wajah datar Amora.
"Hay sayang" sapa Liam membuat Amora mengangguk singkat.
"Sini duduk dulu sayang" pinta Maria membuat Amora hanya memandang kearah mereka dengan tatapan datar dan melangkah duduk didekat Liam.
"To the points" ucap Amora singkat.
Liam yang menyadari dari sikap Amora yang tidak bisanya terlalu dingin mengerutkan keningnya bingung.
"Kenapa, ada masalah" tanya Liam mengelus rambut Amora dengan lembut.
"Tidak, hanya sedikit lelah" jawab amora.
"Bagaimana kau tau jika tuan Alex adalah penghianat di perusahaan ku" tanya arthur dengan nada dingin membuat amora menaikan sebelah alisnya seakan bertanya kenapa.
"Buat apa kau anda menanyakan hal yang tidak penting itu kepada saya" tanya balik amora. "Dan inget saya main rapi tidak seperti yang kalian bayangkan" ucap ketus Amora memandang mereka dengan tatapan datar.
amora menatap kearah adriane yang sedari tadi menatap nya. "Grandpa malam ini, amora akan ke amerika" ucap amora sehingga berhasil membuat semua orang yang ada di sana kaget.
"Mau ngapain ke amerika" tanya alfareza buka suara.
"Bukan urusan lo" tohok Amora membuat alfareza ingin sekali menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romance[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
