HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-
Amora diam membelakangi arthur membuat sang empun menatap kesang istri meminta bantuan untuk membujuk sang putri. Sedangkan kenzo dan kenzi baru saja datang dan melihat bingung kenapa dengan mereka.
"Pagi, kenapa nih kok adik gue ini cemberut" tanya kenzi merangkul amora membuat sang empun memeluk pinggang kenzi.
"Diam, muka lo jelek!" Ketus amora membuat kenzi melonggar rangkulannya lalu menatap amora.
"Lah kenapa gitu, enggak boleh ingat jelek-jelek gini gue bersyukur tapi minus nya belum dapat jodoh aja" terang kenzi membuat amora memutar bola matanya jengah.
"Kalian ngobrol aja sebentar momy siap kan bekal untuk kalian" ucap jesi meninggalkan ketiga anak nya dan sang suami.
Kenzo lebih memilih untuk menatap kearah televisi membuatnya hanya diam dan tidak mau ikut campur urusan mereka. "Jadi ini kenapa masih pagi sudah galak" tanya kenzi.
"Dedy mu" ucap amora menekan kata membuat arthur tidak terima.
"Sopan queen!" Tegur arthur membuat amora menatap kesal. "Sopan-sopan masa amora sendiri enggak di anggap anak konsepnya bagaimana anak buangan!" Omel amora berdecak pinggang membuat arthur menelan air liurnya dengan susah payah.
"Amora sendiri kenapa bantah perintah dedy, kau ni itu belum terlalu pulih tapi kenapa sudah sekolah aja" terang arthur membuat kenzo dan kenzi melihat perdebatan tersebut.
"Kenapa mau protes ya" sela arthur menatap amora yang akan protes.
Arthur berdiri menggulung kemeja nya sehingga kenzo dan kenzi was-was. "Sini gelud sama dedy" tantang arthur membuat amora ikut menggulung baju sekolahnya.
"Ya sudah sini siapa takut" tantang amora membuat arthur menjewer telinga amora meringis pelan.
"Sakit ah" keluh amora membuat arthur tertawa dengan wajah masam amora.
Jesi membawa tiga bekal yang ada tangannya membuat nya ikut tertawa melihat interaksi keduanya. "Wah sudah akur nih ya" ucap jesi membuat amora mendesuh.
"Sudah ah keburu mau sekolah" ketus amora membuat jesi memberi kotak bekal yang iya sudah siap kan.
"Ini untuk kalian berdua jangan lupa jaga adik kalian jangan lengah" peringat jesi membuat kenzo dan kenzi mengangguk.
"Ya sudah kalian berangkat barengan aja" ucap arthur membuat ketiga anak nya mengangguk setuju.
***
Sesampai nya di sekolahan amora menghadap dengan adriane di parkiran membuat sang empun hanya menunduk.
"Mata lo enggak infeksi kan" tanya amora membuat adriane menatap kearah amora dan benar matanya yang merah karna kejadian tadi malam.
Adriane mengangguk sebagai jawaban membuat amora menatap ke penjuru parkiran menatap kayla, elana dan aldara yang baru saja sampai diikuti oleh alfareza, angkasa dan alvano dari belakang mereka.
"Lo enggak sandra salah satu anggota inti mereka" tanya dingin amora membuat adriane menatap kearah sang empun.
"Bukannya lo hanya berpesan jika jangan bunuh dia dan tidak pernah menyuruh ku untuk menyandra salah satu dari mereka" balas adriane dengan tatapan tajam nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romantizm[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
