part 16

1.6K 79 6
                                        


HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-

Amora menatap kenzo lekat membuat sang empun menaikkan sebelah alisnya seakan bertanya kenapa.

"Luka lo mau gue obati atau kenzi aja" tanya amora membuat kenzo nampak berpikir.

"Lo aja" jawab kenzo "enggak-enggak ada sini biar gue jangan aneh-aneh nanti otak lo ternodai" ucap kenzi membuat amora mengangguk.

"Benar kata kenzi" ucap amora "jadi gue mau siapin makan malam sama bibik" ucap amora membuat keduanya mengangguk.

Amora pun pergi sehingga hanya tersisa kedua remaja yang saling tatap menatap. "Jadi nih gue obati" tanya kenzi membuat kenzo mengangguk.

Kenzo pun membuka baju nya sehingga kenzi berdecak kagum melihat luka tersebut dasar saudara jahanam bukan!. Disadari oleh kenzo membuat sang empun menormalkan ekspresi nya.

"Lo suka lihat gue luka" tanya kenzo ter-intonasi dingin membuat kenzi hanya mengangkat bahunya acuh.

Selang beberapa lama akhirnya luka yang dimiliki kenzo sudah di oleh dengan salep sehingga kenzi merapikan kembali obat-obatan tersebut kedalam kotak sehingga terduduk rapi. Tidak lupa untuk menaruh nya tidak yang semula, kenzo beranjak pergi kearah dapur sehingga sang empun mengikuti nya.

Terlihat amora yang sudah anteng dengan ponsel di tangannya tidak lupa makanan yang sudah tersusun sehingga kenzo dan kenzi duduk di tempat masing-masing.

"Kalian makan aja gue enggak nafsu" pinta amora yang sadar dengan kedatangan keduanya.

"Makan, nanti sakit" tegur kenzo. "Gue muntah nih!!" seru amora membuat kenzi menatap datar kearah amora .

"Muntah? Sini gue muntahin balik" ucap kenzi membuat amora terkekeh. "Sial muntah-muntah aja sana geli tau enggak" lanjut kenzi.

"Gue kekamar iya, nanti beresin aja sendri soal nya gue capek banget pengen istirahat" pinta amora membuat kedua saudaranya mengangguk.

***


Sementara di lain tempat lebih tepatnya di markas black dragon sudah ada beberapa yang kumpul di ikuti kedua dan wakil ketua tidak lupa anggota inti namun kurang nya ada di kenzo dan kenzi yang sebagai ahli hack dan peretas handal yang tidak ikut.

"Woy gue ngeri sama kenzo dan kenzi sebenarnya ada masalah apa sampai-sampai mereka adu skil" tana alvano kepada alfareza dan angkasa yang sedari tadi diam.

"Gue curiga sama amora" jawab angkasa. "Lo berdua sadar kan pas disekolah gelagat keduanya ketika kita membicarakan amora"terang angkasa membuat alfareza menatap serius.

"Sebentar tapi kenapa harus gadis cantik itu?" tanya alvano "apa jangan-jangan ada kisah cinta segitiga" lanjut alvano.

Angkasa terkekeh pelan membuat alfareza bingung maksud dari wakil ketua nya "seperti nya tidak dari kata cinta ada hal ganjal dari mereka" ucap angkasa.

"Gue semakin penasaran sama dia" gumam alfareza.

"gadis itu tidak biasa, dari awal kita bertemu matanya sudah memancarkan jika dia orang biasa" ujar angkasa.

Alvano mengetuk meja "bener sih kata lo sa, dari sifat nya, tatapannya, enggak biasa banget, kenapa? karna gue yang suka banget lihat karakter cewek itu cepet banget tapi tumben banget gue enggak bisa memastikan bagaimana wujud aslinya seperti aneh saja gitu" ucap alvano.

"Sudah lah mending kita pulang besok sekolah" pinta angkasa. "Picek mu sekolah besok hari minggu sa" balas alvano.

"Oh" jawab angkasa "jawaban lo cuma oh? Ah kurang ajar dasar kutub!!" Kesal alvano membuat alfareza dan angkasa terkekeh.

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang