HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-
Amora pun melenggang pergi kekamar pribadinya untuk membersihkan tubuhnya yang terdapat luka di bagian punggungnya membuatnya hanya menatap datar.
Setelah selesai dia pun melenggang pergi kearah ruang tamu khusus untuk mereka berkumpul disana sudah ada banyak yang sedang mengobati satu sama lain.
"Queen" panggil Dito membuat Amora mengangkat sebelah alis.
"Hasil informasi yang saya dapatkan adalah mereka dari red eagle namun mereka hanya anggota bawah yang di kirim" jelas Dito membuat Amora mengangguk emang benar dia tau itu.
"Apa kita serang balik aja queen" tanya Dito membuat Amora tersenyum miring bak psikopat.
"Biar kan mereka bersenang-senang terlebih dahulu" jawab Amora dingin membuat suasana ruangan menjadi begitu hening.
"Gue pulang" pamit Amora membuat semua anggota yang ada disana memandang kearah nya.
"Secepat itu queen" tanya salah satu dari mereka membuat Amora mengangguk.
"Gue anterin takut nanti terjadi apa soalnya ini juga udah malam kan" tawar dito membuat Amora tersenyum tipis.
"Tidak akan" ucap Amora memastikan membuat dito hanya mengangguk pasrah saja.
"Masalah penyerangan ini jangan kau kasih tau anggota inti, biar mereka menyadari kecerobohan mereka" peringat Amora membuat Dito mengerutkan keningnya heran tapi lebih memilih untuk mengangguk saja karna tidak mungkin dia membantah perkataan dari sang ketua.
"Hati-hati queen" ucap mereka serempak membuat Amora terkekeh kecil dan mengajukan kedua jempolnya lalu lansung melenggang pergi.
***
Sesampainya Amora didepan masion masih saja terlihat ramai membuatnya hanya mengangkat bahunya acuh dan masuk saja.
"Amora queenara dari mana saja kamu, kau seperti jalang" omel Jesi setelah melihat kedatangan Amora.
Deg
Hati Amora seakan tertusuk pisau mendengar nama nya disebut tanpa marga yang tertaruh disana bahkan kata yang berhasil membuatnya terdiam, kata-kata yang jalang yang paling iya benci.
Amora lansung menatap kearah Jesi yang sedang menatapnya dengan tatapan marah membuatnya lasung menunduk bahkan bibirnya terasa kelu untuk berbicara.
Jesi pun menghampiri Amora yang sedang terdiam seribu bahasa membuat Jesi memegang sebelah bahu Amora sehingga sang empun meringis akibat terdapat luka yang ada disana.
"Habis pergi kemana saja sampai malam heh" tanya Jesi dingin membuat Amora hanya terdiam.
"Jawab"ucap ahtur yang akan mengikuti permainan sang istri.
Amora memandang kearah semuanya yang fokus memandang kearah nya.
Ponsel Amora bergetar seakan pertanda panggilan masuk. Amora lansung mengangkat panggilan tersebut membuat semua yang ada disana memandang serius kerah Amora.
"Hm" dehem Amora setelah panggilan tersambung
"Sayang kabar kamu disana bagaimana amankan"tanya dari seberang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romansa[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
