HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-
Kejadian pertengkaran sudah berlalu membuat kedua orang tua alfareza dan amora sudah berada diruangan diikuti para anak yang hanya diam.
"Kenapa bisa begini" tanya arthur.
"Kenzi tidak tau masalah apa, pas pulang mereka sudah bertengkar" jawab kenzi mewakili.
Sedangkan amora hanya menatap datar diikuti oleh alfareza yang menatap kearah kenzo yang sedari tadi tidak bergeming sedikitpun.
"Gini saja, kita menyelesaikan nya dengan baik-baik jangan buru-buru begini bukan nya mereka menjawab yang ada mereka takut kepada kalian" saran aruna mewakili membuat mereka mengangguk.
"Bunda mau nanya sayang, kejadian bagaimana" tanya aruna kepada alfareza yang sedari terdiam sehingga menatap kearah sang ibu.
Alfareza menarik nafas pelan, menjelaskan semuanya dengan serius bahkan tanpa ada yang terlewat kan. Amora terdiam menatap kosong kearah depan membuat alfareza yang baru saja selesai dengan cerita menatap ke wajah sang pacar.
"Bagaimana bisa, kau itu tamu rez" ucap aruna membuat alfareza terdiam.
"Tamu adalah raja" jawab alfareza.
"Tamu yang setiap hari nongol ya tante" sela kenzi jengah. "Diam lo males gue denger lo" lanjut kenzi melihat alfareza yang nampak mau protes.
"Ken" tegur jesi membuat kenzi terkekeh, "dia enggak akan masukin kedalam hati mom, kan calon adik ipar kenzi nih masa mau durhaka kepada calon kakak ipar" balas kenzi tidak lupa dengan senyum jahilnya.
"Kenapa, pipi nya merah mungkin besok membiru" ujar alfareza sedikit mengelus pipi chubby milik amora.
Amora terdiam tanpa menjawab bahkan masih dengan posisi yang sama tanpa pergerakan. "Hey kenapa" tanya khawatir alfareza karna ucapan yang pertama tidak ada respon sama sekali.
Amora menatap kearah alfareza lalu menggeleng singkat sebagai tanggapan, "enggak, gue enggak percaya" bantah alfareza.
"Lo enggak biasa seperti ini bahkan minggu-minggu ini kebanyakan diam" protes alfareza.
"Mereka ada hubungan" satu kata lolos dari bibir kenzo yang sedari tadi tidak bergerak.
Senyap seketika tidak pembicaraan bahkan jesi menatap tidak percaya begitu juga dengan aruna. Darga yang menatap arthur dengan melempar tatapan yang tidak bisa diartikan. Sedangkan alfareza yang mendengar itu menatap kearah kenzo begitu pula dengan kenzi namun bedanya amora yang lebih memilih untuk menyadarkan kepalanya tepat di sofa melepas beban-beban pikirannya.
"Kenapa kalian semua diam" tanya amora memecahkan keheningan.
"Kenapa kau tidak pernah bercerita" tanya balik jesi membuat amora menatap datar.
Diam amora tidak menjawab membuat darga, arthur, jesi dan aruna menatap kearah alfareza meminta penjelasan.
"Hubungan kami sudah berjalan 2 bulan, jika kalian menanyakan kenapa kami tidak pernah bercerita karna itu hal privasi kami, dan juga kalian tidak ada urusannya dengan ini" terang alfareza, "mungkin amora sendiri tidak pernah bercerita karna kalian yang terlalu sibuk dengan kerjaan bahkan setiap kali reza kesini kalian tidak ada" lanjut alfareza.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romance[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
