HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-
Lama menunggu dengan kedatangan alfareza berhasil membuat amora menelusuri setiap sudut kamar bahkan membuka beberapa berkas milik alfareza. Jelas alfareza sudah menjadi pengusaha sukses dengan darga yang menjunjung nya.
Alfareza keluar dengan handuk selutut, dengan telanjang dada sehingga menampilkan perut sixpack nya jelas membuat amora terdiam. Rambut yang masih meneteskan air membuat kesan laki-laki tersebut lebih meningkat.
Amora membuang muka kearah lain, alfareza melewati gadis tersebut tidak lupa dengan sedikit kejahilan yang berhasil membuat sang empun menatap datar, bahkan iya sempat-sempatnya mengacak rambut amora membuat gadis tersebut tidak suka.
Alfareza berjalan ke ruang ganti membuat amora duduk di ranjang dengan ponsel yang menemaninya. Beberapa akhirnya alfareza keluar dengan kaus oblong berwarna putih polos dengan perpaduan celana jeans selutut berwarna hitam.
Amora menatap sang empun dari atas sampai bawah sehingga sang empun risih namun lebih memilih untuk duduk didekat sang pujaan hati.
"Mau mandi, kalau mau mandi aja nanti pakai nya baju aku aja" pinta alfareza.
Amora menatap postur tubuh alfareza dan tubuhnya yang berbeda jauh membuat menggeleng. "Aku ya" tanya amora menyadari embel-embel perkataan alfareza sehingga sang empun mengangguk.
Amora terkekeh, "gue geli dengar nya, masa ketua black dragon segitu nya" gumam amora.
"Lo memang enggak bisa di ajak romantis" balas alfareza merebahkan tubuhnya di ranjang nya.
"Romantis bukan hanya di bagian ucapan saja, namun perlakuan" ucap amora melepas ponselnya.
"Gue mau pulang, gue enggak mau terlalu lama disini" ucap amora.
Alfareza menatap kearah amora dengan tatapan tidak terima, "enggak boleh gitu dong, masa gue ditinggal sendiri disini" keluh alfareza dengan kesal.
Amora bingung dengan ucapan laki-laki tersebut sehingga menatap datar, "kau sudah terbiasa ditinggal berbisnis bukan" tanya amora membuat alfareza mengangguk.
"Ya terbiasa, tetapi waktu itu juga gue ada di markas" jawab alfareza membuat amora menatap kesal.
"Lo seperti anak kecil za" keluh amora menyandarkan tumbuhnya tepat di tembok.
Alfareza menggeser tubuhnya sehingga menjadikan paha amora sebagai bantalnya, alfareza menatap wajah amora dari bawah sehingga sang empun menunduk menatap wajah alfareza. Tatapan keduanya beradu sehingga alfareza tersenyum membuat amora membuang muka kearah lain.
"Kalau salah tingkah senyum aja kali, enggak usah buang muka kearah lain" goda alfareza memainkan jari-jemari milik amora.
Amora tidak menjawab membuat alfareza yang merasa di acuhkan menatap datar namun lebih memilih untuk memejamkan matanya. Amora menatap wajah alfareza yang terlihat tenang, perpaduan antara hidung mancung dan bibir tipis tersebut berhasil membuat terhipnotis.
Tangan yang mulai mengelus pelan rambut lebat milik alfareza membuat sang empun dapat merasakan sentuhan tersebut, "ketenangan berasal dari orang yang kita cintai__". Batin alfareza lalu menyelam kedalam mimpi.
"Salah kan gue menerima dalam orang baru demi menghapus segenap masa lalu kelam ku"_ batin amora melayang bahkan tatapan yang seakan kosong.
Lama terbengong amora tersadar jika alfareza tertidur dengan nyenyak membuatnya menggeser kan sedikit kepala alfareza mengantikan dirinya dengan bantal yang ada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romance[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
