HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
Jalan raya tidak biasanya begitu sepi, Liam menatap sepanjang jalan dengan tatapan yang sulit diartikan bahkan angin malam berhasil membuat bulu kuduknya berdiri, Sinaran rembulan malam berhasil membuatnya tidak memakai cahaya mobil nya.
Liam terhenti karna adanya kejanggalan di sepanjang perjalanan, kaget karna penganiayaan tepat di tepatnya terlihat jelas hanya ada satu pemuda yang menjadi patokan disana yang di kerumuni oleh beberapa pemuda yang membawa senjata.
"Sialan, pengeroyokan" umpat si pemuda yang ditonjok.
Liam yang melihat seorang pemuda tersebut kewalahan dengan cepat turun untuk menolongnya. Saat salah satu musuh yang ingin menonjok si pemuda bertepatan Liam yang mencekal pergelangan seseorang tersebut.
"Sialan lawan kalian hampir terkapar" ucap dingin Liam membuat yang lain memandang kearah Liam.
"Heh bapak-bapak dilarang ikut urusan kita"ucap si ketua membuat Liam tersenyum miring.
"Jaga ucapan mu, saya memang tua namun kau tidak tau siapa saya" balas Liam menghempaskan tangan sang pelaku.
Mata Liam menatap jelas jika itu adalah anggota dari black eagle. "Kalian dari black eagle, sangat tidak mempunyai sopan santun" ucap Liam.
"Kalian salah pilih lawan" lanjut Liam lansung membabi buta semuanya.
Setelah selesai dengan aktivitas nya liam melihat semuanya yang terkapar tidak berdaya dan melangkah kearah sang ketua.
"Jangan pernah salah cari lawan bodo dan saya mau pesankan suara saya kepada ketua red eagle jangan salah ambil tindakan jika tidak mau beda alam" bisik Liam berjongkok bahkan aura nya begitu mencekam membuat yang lain terdiam.
"Camkan perkataan saya" ucap dingin Liam dan lansung berdiri tegang lalu melangkah kearah pemuda yang sedang bersandar di tiang listrik.
"Kau adalah ketua ketua black dragon, saya akan membantu mu kau akan kemana" tanya Liam.
Ternyata pemuda itu adalah alfareza si pemuda incaran black eagle di karena benci dengan kekuasaan nya. Alfareza termenung kaget karna hanya dapat melihat wajah samar-samar Liam akibat tenangnya sudah menipis.
"Saya akan membawa mu ke kediaman saya" ucap Liam membuat alfareza hanya pasrah di bantu oleh Liam.
Liam mengendari mobil dengan kecepatan diatas rata-rata membuat alfareza menatap Liam dengan tatapan bingung siapa orang tersebut pikirnya. Terlintas dipikirannya bagaimana bisa iya bisa di kenali sebagai ketua black dragon.
"Alihkan tatapan mu" peringat Liam membuat alfareza dengan cepat mengalihkan pandangannya kearah lain.
Liam tidak berniat untuk menanyakan apa yang ingin iya tanyakan dan lebih memilih memandang pokus kearah depan sesampai di mansion keluarga smist. Liam pun memapah kembali tubuh alfareza masuk kedalam mansion disana sudah ada berbagai candaan dari semuanya.
"Reza, lo kenapa bisa seperti ini" kaget kenzi melihat kearah Liam yang sedang memapah tubuh alfareza.
Kenzo dan kenzi tidak tinggal diam lalu membantu alfareza. Namun alfareza kaget karna Liam adalah salah satu keluarga amora.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romantizm[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
