HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-
Amora menatap kedua saudaranya yang berada di kantin begitu juga dengan yang lain yang sudah standby di kantin dengan makanan yang mereka pesan terkecuali amora yang hanya menatap dengan tatapan datar.
"Lo enggak sarapan" tanya angkasa membuat amora menatap kearah sang empun.
"Gue sudah di bekali" jawab amora membuat angkasa mengangguk menanggapi.
Kenzo dan kenzi saling tatap. "Gue kok bisa lupa ya" gumam kenzi membuat amora hanya berdeham singkat.
"Gue duluan kalian lanjut aja" pamit amora m mbuat yang lain mengangguk.
"Kami juga nanti kalau sudah kita kumpulnya di roftop aja" saran kenzo membuat yang lain mengangguk.
Dan benar saja setelah mereka sarapan Meraka lebih memilih untuk berada di roftop sekolah dengan bising-bising suara game terdengar.
Begitu pula dengan amora yang fokus dengan ponselnya dengan adriane yang menyandarkan kepalanya di pundak sang empun dengan game yang menemaninya.
Amora menatap kearah yang lain namun terhenti dengan tatapan tajam milik alfareza membuat kedua mata seakan bertubrukan.
"Kenapa" tanya amora yang risih dengan tatapan bak elang alfareza.
"Kenapa" tanya balik alfareza membuat amora hanya terdiam menatap ponsel adriane.
"Seandainya lo seserius ini mencintai mantan lo" ucap amora membuat adriane menatap amora dan melepas ponselnya.
"Mencintai game lebih berarti dari pada mencintai laki-laki yang lebih tertarik kepada teman gue sendiri, bahkan dia cuma membuat ku sebagai tameng untuk dia bisa dekat dengan teman ku, mencintai nya hanya kebohongan semata bagi gue jangan ungkit dia" ucap panjang adriane.
Amora tertawa hambar. "Setidaknya gue juga menjadikan nya sebagai teman cerita tidak lebih" lanjut adriane.
Amora terdiam membuat adriane ikut terdiam, rasa tercampur seakan mulai termasuk menjadi satu membuat amora berjalan kearah pembatas roftop menatap siswa-siswi yang berlalu lalang lewat atas.
"Sakitnya di tinggal ketika lagi sayang-sayangnya lebih menyakitkan dari pada tikungan atau penghianatan"
"Gue coba untuk kedatangan orang baru namun semuanya masih belum sebanding dengan dia"
"Jika gue ditanya apakah gue ikhlas dengan kepergian nya, tidak gue masih sayang sama dia"
"Dia masih terbayang di isi kepala gue, meski waktu tetap berjalan tanpa henti, namun tidak dengan dirinya"
Amora diam dengan isi kepala yang ngelantur tidak jelas tatapan yang seakan sayu meratapi kisah masa lalunya.
"Waduh kisah cinta si batu nih" ucap alvano membuyarkan lamunan amora.
Adriane tertawa. "Sudah lah jangan di bawa serius, enggak penting juga ya kan" ucap adriane.
"Lo enggak mau cerita tentang masa lalu lo" tanya angkasa membuat adriane terdiam sejenak lalu menggeleng.
"Wanita tidak pernah bercerita tapi lebih memilih untuk bercerita dengan batinnya" jelas adriane.
"Dipikir-pikir para laki-laki ini lebih mentok ke sering nyakiti hati para wanita ya, lebih enak cintanya sama fiksi" ucap kayla membuat elana mengangguk setuju.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romansa[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
