part 38

1K 27 5
                                        


HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-

Di perjalanan pulang tidak ada yang mereka bicara amora yang memandang kearah luar jendela mobil melihat pemandang malam yang begitu indah membuatnya tersenyum tipis alfareza pun memandang kearah amora dan tersenyum. Kejadian tadi siang membuat keduanya seakan semuanya tidak pernah terjadi satu pun.

"Lo enggak akan di marahin pulang jam 11 malam" tanya alfareza sesekali menatap kearah amora dan jalan membuat amora terdiam sejenak.

"Sudah di izinin" balas amora.

Alfareza mengangguk lalu fokus dengan beberapa kendaraan yang berlalu lalang lewat sehingga beberapa waktu keduanya sampai di kediamannya. Amora turun dari mobil membuat alfareza ikut keluar.

"Jadi mampir kan" tanya amora membuat alfareza mengangguk.

"Tadi sempat kabarin kenzo dan kenzi" jawab alfareza membuat amora mengangguk.

Keduanya masuk kedalam mansion tiada orang satu pun sehingga amora berjalan kearah kamarnya tidak lupa alfareza yang mengikuti nya alasan kamar kenzo lebih dekat dengan kamar amora membuatnya hanya mengikuti langkah sang empun.

Amora berpisah bersama alfareza karna lebih memilih untuk masuk kekamarnya membuat alfareza berjalan kearah kamar kenzo yang sudah dibuka. Alfareza masuk sehingga melihat kedua saudara tersebut asik dengan kegiatan mereka sendiri.

"Amora mana" tanya kenzo. "Kamar" jawab alfareza.

"Sejak kapan dia bisa bela diri" tanya alfareza mengambil satu rokok yang ada dibungkus nya membuat kenzi melemparkan korek api sehingga sang empun mengambil.

Keduanya saling tatap. "Maksud lo" tanya kenzo membuat alfareza mengisap rokok nya lalu menghembuskan asapnya.

"Kalian tidak tau jika dia bisa bela diri" tanya alfareza membuat keduanya menggeleng.

"Orang tua kami tidak pernah menekan nya untuk bisa bela diri takut jika dia melakukan tindakan yang tidak kami duga, dan lo tau dari mana jika dia bisa bela diri" tanya kenzi.

Alfareza duduk di dekat kenzo. "Kemarin malam gue sempat dihadang sama anggota black eagle, gue kira dia enggak bisa bela diri kaget-kaget gue liat keterampilan melebihi gue" jelas alfareza.

Kenzo bingung karna dia baru tau jika amora bisa bela diri begitu pula dengan kenzi. "Kami tidak tau apa-apa" ucap kenzi.

"Bahkan dia tau semua tentang keluarga gue bahkan anggota kita yang pakai jalur gelap" terang alfareza yang mulai serius bahkan sesekali kali mengisap rokok nya.

"2 bulan terakhir ini gue baru lihat lo kembali isep rokok" gumam kenzi. "Takut-takut nanti amora sesak dengan rokok yang gue isep" jujur alfareza.

Kenzi terkekeh dengan prinsip sang ketua. "Terus sekarang lo mau ngapain tumben mau bicara penting bukan" tanya kenzi.

Alfareza baru tersadar apa alasannya datang kepada kedua anggota intinya. Alfareza membuang sisa rokok nya di asbak yang sudah di sediakan.

"Gue mau lo cari tentang geng red eagle" pinta alfareza membuat kenzo dan kenzi mengerutkan keningnya bingung.

"Sebentar red eagle bukannya sudah 1 tahun geng mereka hilang dan digantikan oleng black eagle" tanya kenzo yang mulai ikut serius.

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang