part 39

996 27 1
                                        

HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-

Setelah selesai dengan seragam sekolahnya amora menatap dirinya di pantulan cermin miliknya, matanya mulai terlihat gelap sehingga membuatnya sedikit memberi bedak di bawah pelupuk matanya.

Amora berjalan keluar sehingga didapur sudah terdengar ramai apa lagi ada alfareza yabg menginap membuat jesi sering sekali bercanda dengan sang calon menantu. Arthur tentu melihat keduanya nampak kurang terima namun apa yang membuat senang sang istri dapat membuatnya tenang.

"Kalau gini itu ramai banget, nanti sering-sering nginap ya rez, biar momy masak nya banyak" pinta jesi senang membuat alfareza mengangguk canggung.

Bagaimana tidak canggung tatapan kenzo, kenzi dan arthur yang seakan memusuhi nya membuatnya bergidik ngeri. Kedatangan amora membuat suasana menjadi damai.

"Pagi anak momy" sapa jesi membuat amora mengangguk.

Arthur memperhatikan wajah sang anak sehingga membuat Nn ya tersadar ada yang aneh, "tadi malam tidurnya jam berapa" tanya arthur.

Amora menatap kearah arthur, "enggak tidur" jawab jujur amora memakan roti yang disiapkan oleh jesi.

Seketika semuanya menghentikan kegiatan masing-masing membuat amora menaikan sebelah alis seakan bertanya kenapa. "8 jam lo enggak tidur" tanya kenzi membuat amora mengangguk santai.

"Lo mau tidur selamanya" ketus kenzo membuat amora hanya mengangguk santai.

"Hari ini jangan sekolah" pinta jesi membuat amora menggeleng.

"Ngapain" tanya amora selesai dengan sarapannya. "Kau istirahat nanti sakit" ucap jesi dingin.

"Tidurnya disekolah aja" jawab santai amora lalu berdiri.

"Sekolah itu mencari pembelajaran bukan untuk tidur amora" ucap arthur. "Alah paling dedy juga seperti itu dulu" balas singkat amora lalu meninggalkan mereka.

Amora berdiri di dekat mobil alfareza membuat sang pemilik datang. Amora menatap sinis membuat alfareza bingung apa maksud gadisnya.

"Kenapa hm" tanya alfareza membuat amora menatap sang empun garang bukanya terlihat sangar namun lebih terlihat lucu di mata psikopat di depannya.

Amora tidak menghiraukan pertanyaan alfareza namun lebih memilih untuk asuk kedalam mobil tidak lupa membanting pintu mobil dengan kasar membuat alfareza terkejut kaget.

"CEPETAN" sentak smora kesal didalam mobil membuat alfareza melangkah masuk kedalam mobil.

Disepanjang perjalanan tidak ada percakapan dari kedua insan pasangan tersebut, alfareza tidak berani untuk berbicara takut-takut ucapan nya dapat membuat singkat betina tersebut mengamuk di dalam mobil.

Suasana didalam mobil dapat membuat alfareza canggung sehingga memberanikan diri untuk ber bicara.

"Sayang, kau kenapa" tanya alfareza ragu.

"Apa" sewot amora membuat alfareza mengerem mendadak ala hasil amora sedikit memaju membuat nya memandang dengan tatapan kesetanan.

Alfareza meneguk salivan dengan susah payah, tatapan yang menyiratkan jika amora marah membuatnya menatap mata kearah alfareza dengan tajam.

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang