HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-
Amora berjalan melihat alvano, angkasa dan kedua saudaranya yang sedang berkumpul di satu ruangan membuatnya menghampiri keduanya.
"Waduh sudah selesai nih keliling markas" tanya alvano membuat amora berdeham singkat sebagai jawaban.
"Bagaimana besar kan markas kita" tanya kenzi membuat amora menatap datar.
"Lumayan" jawab amora. "Buset lumayan, luas tanah aja mencapai 1 hektar lebih apa lagi gedung nya mencapai berapa tingkat" heboh alvano mendengar jawaban amora.
"Markas kalian kacau" komen amora. "Ya bagaimana tidak kacau baru seminggu lalu di serang musuh dan masih dalam masa perbaikan" balas kenzi.
Amora hanya memutar bola matanya jengah menatap ke sekeliling dan melihat alfareza yang baru terlihat. Seakan bola matanya tertuju satu meja membuat amora melangkah kearah meja tersebut.
Tatapan terkunci kesatu botol sehingga menatap ke-5 pemuda yang berada di belakangnya. "Punya siapa" tanya amora.
Diam tidak ada jawaban membuat Amira menatap kearah kedua saudaranya, "kalian tidak minum alkohol itu bukan" tanya dingin amora.
Kenzo menggeleng diikuti kenzi sehingga amora hanya berdeham singkat, "memang kenapa buk ketua" tanya alvano.
"Milik ketua kalian" tanya amora menatap tepat kearah mata alfareza sehingga tatapan nya seakan terkunci dengan tatapan tajam tersebut.
Diam sejenak, "bukan, itu milik gue" sela angkasa membuat amora menatap datar.
"Kenapa hm" tanya alfareza berjalan kearah amora membuat alfareza mengelus rambut surai panjang milik amora.
"Gue tidak suka di tempat ini, terlalu merusak penciuman gue" ketus amora menepis tangan alfareza kasar membuat alfareza mengambil nafas panjang.
Tatapan nya mengarah kearah kenzo yang sedari tadi melihat interaksi keduanya dengan tatapan tersirat khawatir kepada amora, "gue tidak akan perkosa adik lo sialan jaga tatapan lo" ketus alfareza.
Kenzo menatap datar, "Bacot putusin adik gue" kesal kenzo membuat alfareza terkekeh sinis.
"Jangan harap, barang yang di kasih tidak boleh di kembalikan" balas alfareza. "Lo anggap gue barang" tanya amora membuat alfareza menggeleng.
"Cuma gambaran saja jangan di ambil hati" jawab alfareza.
"Gue mau pulang" ucap amora membuat alfareza.
"Tidak" tolak alfareza, "Lo sadar enggak disini cuma gue doang cewek" ketus amora memang risih dengan kelima pemuda yang dan dekat nya meski di markas 95% laki-laki namun tidak tau kenapa rasanya dia mau cepat pindah dari bangunan tersebut.
Amora memang tipikal orang tidak suka kekotoran bahkan paling tidak suka dengan bau alkohol alasannya karna bau yang menyengat membuatnya risih.
"Alihkan tatapan kalian" pinta alfareza sehingga mereka mau tidak mau menunduk.
"Kenapa hm, kenapa gitu biasanya enggak" ucap alfareza membuat amora menatap datar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romance[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
