HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
Hari yang sangat membosankan kan, bahkan merusak mood gadis manis berkedok psikopat tersebut. Semua tatapan mengarah kepadanya membuatnya tersenyum singkat.
"Saya mau, kau menjauh dari anak saya" pinta darga membuat semuanya terdiam.
Amora yang mendengar itu mengangkat sebelah alis. "Saya setuju kali ini dengan suami saya, kau terlalu jauh mengetahui tentang kami bisa-bisa kau menjadi perusak" ucap aruna membuat amora terkekeh.
"Dan itu pun tidak mungkin saya lakukan tuan, camkan perkataan ku anak mu akan menjadi milik tanpa ada yang mengusik" desis amora dengan tatapan remeh.
Semuanya tidak percaya dengan ucapan gadis itu, "kau mau uang berapa untuk menjauhkan anak saya" tanya darga.
"Uang tidak dapat mengubah perasaan tuan, jika saya yang menawarkan jauhi istri maka saya akan memberikan mu uang apakah anda mau" tanya amora.
Darga terdiam perkataan amora ada benarnya ucapan tersebut. Tidak dapat di bendung alfareza yang mendengar itu membuang muka kearah lain sehingga tersenyum, bagaimana bisa di obsesi-kan gadis manis itu.
Jesi yang dapat melihat alfareza tersenyum membuatnya memutar bola matanya. "Kau sangat tidak sopan kepada tamu kita amora" desis jesi.
"Apakah saya peduli, dan tentu tidak" ketus amora.
Hai dasar kurang ajar, jangan meniru perilaku tersebut dan itu dapat menjerumuskan mu kedalam Lumbang yang salah.
Brak
Suara gebrakan meja terdengar jelas membuatnya tidak berani untuk berbicara kembali. "AMORA, SIAPA YANG MENGAJARKAN MU KURANG AJAR" sentak Arthur yang mulai terbawa suasana.
"Berani berbicara kurang ajar, tidak berani di kurang ajar kan, maksud anda apa tuan jangan tertidur" ucap amora dingin. "Dan jika anda bertanya atas apa yang saya kurang ajarkan, ingat saya anak mu namun anda tidak pernah mengurus ku sedari kecil, orang tua mana yang merelakan anak nya di buang ke kadang singa yang berhasil membuat mewariskan sifat orang tua pembangkang itu dan itu ayah anda tuan" ucap amora mengeluarkan unek-unek nya.
Yang lain kaget dengan perkataan amora. "Jika anda tidak menginginkan seorang anak wanita bunuh saya sekarang" pinta amora dengan mata yang mulai berair.
Siapa sangka jika queen dari black angel tersebut sekarang selama seperti orang rapuh. Air mata yang mengalir berhasil dapat menghapus bedak yang menempel di pipi sehingga terlihat jelas lebam yang ada.
Seakan terperangah, dengan luka yang ada di muka amora berhasil membuat alfareza berdiri berniat untuk menanyakan kepada amora namun terhenti oleh aruna yang mencengkram erat dirinya.
"Muka lo kenapa" tanya aldara kaget membuat amora menghapus jejak air matanya sehingga terkekeh sinis.
Amora pergi meninggalkan mereka tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan aldara sehingga semuanya saling pandang dengan tatapan yang sulit di artikan.
***
Kring
Kring
Kring
Suara bel masuk kelas pun bunyi membuat semua murid berbondong bondong masuk kelas sesampai dikelas Amora sudah melihat alfareza dkk dan adriane dkk.
"Minggir" usir dingin amora menyuruh salah satu siswi duduk disalah satu kursi yang paling ujung.
"Tapi ini kan tempat duduk gue" ucap seorang murid itu gugup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romance[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
