part 20

1.4K 64 0
                                        


Happy reading
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-


Panas matahari jam 8 menerawang ke tubuh ketiga bersaudara yang setia hormat di depan bendara. Dengan keringat yang mulai keluar sehingga amora menatap kesal kepada kedua kakak laki-laki nya.

Bagaimana bisa ketiga ada di depan bendara?, jelas mereka telat datang sekolah dengan alasan kenzi yang menghilangkan sebelah sepatu kesayangannya.

"Panas banget sumpah" keluh kenzi. "Ini juga gara-gara lo" ketus amora.

"Kalau lelah istirahat ra, muka lo sudah pucat" ucap kenzo yang melihat wajah amora yang sedikit pucat.

Amora hanya menggeleng geleng meski saat ini dia lagi pusing. Mana bisa juga dia istirahat karna itu peraturan sekolah bisa-bisa hukumannya akan bertambah berat jika iya istirahat.

"Mau abang suruhin siapa buat beliin air hm tadi kan enggak sempat sarapan" tawar Kenzo membuat amora sedikit mengangguk.

Kenzo mengambil ponselnya lalu memberi pesan kepada aldara membuat sang empun mengiyakan permintaan dari abang sang ketua nya.

"Minum dulu" saran kenzo memberikan amora air minum tidak lupa membuka tutup botol tersebut.

"Thanks" ucap amora dan meneguk air tersebut sehingga setengah.

"Anjirrr bagaimana bisa kalian telat barengan jir" tanya alvano heboh yang baru saja datang dengan yang lain.

Hukuman ketiga memang sudah berakhir karna jam pelajaran guru tersebut sudah usai sehingga mereka lebih memilih untuk teman belakang sekolah.

"Macet" alibi kenzo. "Yang beneran aja tadi kata adik kelas juga lo bonceng bebeb amora  yang bener aja lo nikung gue" ucap alvano kesal mendengar apa yang dikatakan adik kelasnya memang benar ada nya.

"Tadi enggak sengaja lihat amora yang kempes ban mobil nya" sela Kenzi membuat alfareza mengerutkan keningnya.

"Sebetul itu?, kalian tidak bohongin kami kan" tanya alfareza dengan mimik wajah datar.

"Iya lah" ucap kenzi meyakin mereka dengan wajah serius nya. "Maksud gue iyalah kami bohongin lo pada" lanjut batin kenzi menahan tawanya.

Alfareza tidak menghiraukan ucapan kenzi dia lebih memilih untuk menatap kearah amora yang sedari tadi diam dengan mata terpejam. "Kenapa, sakit hm" tanya alfareza kearah amora.

Amora yang mendengar itu pun mendongak kearah alfareza dan menggeleng singkat. "Kita ke UKS" titah adriane yang melihat menyadari ada perbedaan dari amora.

"Gue tidak apa-apa" ucap amora membalas keduanya manusia yang bertanya kepadanya.

"Kekantin yuk gue belum sarapan nih" ajak kenzi membuat yang lain mengangguk.

Amora berdiri dari kursi yang iya duduki, pandang memburam, kepala pusing seakan kunang-kunang yang mengelilingi kepalanya rasanya dia akan pingsang. Alfareza dengan sigap memegang amora sampai tidak terjatuh sehingga sang empun mencoba untuk menetralkan pusingnya. Amora kaget akibat tanpa aba aba alfareza menggendongnya ala bridal style membuat yang lain membelakkan matanya.

"Jika gue nanya jawab yang benar, gue tidak suka pembohong jangan sok kuat" ucap dingin alfareza.

***

Amza (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang