HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
Amora berjalan kearah toilet banyak tatapan yang mengarah kepadanya membuatnya menganggap angin lalu. Menatap dirinya di pantulan cermin dengan wastafel didepannya. Wajah yang mulai dibasuh dengan air mengalir membuat terasa lebih pres.
Selesai dengan kegiatan nya amora mengarah kekantin melihat kenzo yang baru saja datang dengan yang lain sudah berada di paling pojok.
"Habis dari mana" tanya kenzo membuat amora sedikit mendongak.
"Toilet" jawab amora membuat kenzo mengangguk sehingga keduanya berjalan kearah yang lain.
Sesampai amora duduk didekat alvano yang sedari diam tumben-tumbenan manusia serandom diam nggak pernah ribut pikiran semuanya.
"Kenapa lo" tanya amora membuat alvano terkekeh.
"Lo tanya gue?" Tanya balik alvano membuat Amora mengangguk.
Tatapan mengarah ke sang empun "sebenernya gue lagi enggak bawa uang kalian ada yang mau traktir gue enggak" tanya alvano menampilkan wajah tanpa dosanya.
Amora menatap datar lalu mengambil minuman milik alfareza yang berada didekatnya membuat sang empun hanya pasrah saja.
"Temen lo pada kaya kenapa enggak minta ke mereka saja" saran amora membuat alvano diam sejenak.
"Iya gue enggak enak aja sama temen-temen gitu" ucap alvano membuat kenzi menepuk pundak alvano.
"Itu ada elana yang paling cantik sejagat kampung yang akan traktir bagaimana cantik" ucap kenzi tidak lupa mengedipkan sebelah matanya membuat elana mengangguk singkat.
"Lo pesan aja nanti gue yang bayar" pinta aldara mengambil keputusan.
"Biar gue aja" ucap kenzo membuat aldara menatap kearah kenzo membuat sang empun tersenyum samar.
"Gitu kek dari tadi enggak usah drama " gumam alvano "iya sudah gue mau pesen dulu ada yang mau nitip" lanjut alvano membuat yang lain menggeleng kecuali amora.
"Gue titip apa yang lo beli" pinta amora membuat alvano mengacungkan jempolnya setuju lalu melenggang pergi.
Alvano bersyukur mempunyai teman yang bisa di andalkan bukan hanya di manfaatkan saja. Jangan cari teman yang bermuka kuali, di depan bersih dibelakang gosong.
Amora hanya diam membuat yang lain menatap kearah sang empun. "Lo sakit sayang" tanya kenzi.
Amora menatap kearah kenzi tidak lupa menunjuk dirinya sendiri seakan bertanya kenzi bertanya kepadanya. Lantas sang empun mengangguk membuat amora menggeleng.
"Lo enggak risih dipanggil sayang sama dia" tanya alfareza mengaduk minuman membuat yang lain menatap kearahnya.
Seakan tatapan mulai berbeda, yang lain tersenyum-senyum tidak jelas membuat alfareza menaikkan sebelah alisnya seakan bertanya kenapa.
"Ada yang marah nih" gumam kenzi menaikkan kedua alisnya seakan menggoda "ada yang cemburu heyy" lanjut elana dengan tawanya.
Freak alay pikir alfareza membuat nya melanjutkan minum sedangkan amora hanya diam sehingga tersadar atas kedatangan alvano.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romantizm[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
