HAPPY READING
TYPO BERTEBARAN
-
-
-
-
-
Hening sejenak kepergian amora membuat ruangan seketika sepi. "Kita lanjut mabar aja bagaimana" tawar alvano memecahkan keheningan.
"Gue setuju" ucap aldara membuat mereka kembali melanjutkan aktivitas nya.
Alfareza berdiri membuat kenzo menatap sang empun. "Mau kemana" tanya kenzo.
"Kamar mandi" jawab alfareza membuat kenzo mengangguk.
Sang empun menelusuri ruangan yang besar dan lumayan luas dimatanya. Tatapan seakan tertarik melihat amora yang stanby dengan makanan yang ada dimeja. Alfareza mengarah kearah amora yang terduduk santai tanpa ada beban yang menyelimuti dirinya.
Alfareza berdeham singkat membuat amora menyadari keberadaan nya. Amora menaikkan sebelah alis nya seakan-akan bertanya kenapa kepada sang empun, jelas alfareza memang mengerti dari isyarat tersebut.
"Enggak k tadi cuma kekamar mandi" jawab alfareza karna tau isarat yang diberikan amora.
Amora yang mendengar itu pun mengangguk singkat menanggapi nya. "Mau" tawar amora.
Alfareza menggeleng singkat untuk menjawab membuat amora berdeham lalu melanjutkan kegiatan nya. Namun terhenti akibat alfareza mendekat kearah nya. Alfareza pun ikut duduk didekat amora membuat sang empun bingung dan menatap dengan tatapan datar.l
"Mau" tawar amora lagi membuat alfareza menggeleng sebagai jawabannya membuat amora menatap datar.
"Mau ngapain" tanya amora dingin membuat alfareza nampak berpikir membuat amora menahan diri untuk tidak menusuk mata alfareza dengan garpu yang iya pegang.
"Kekamar mandi" jawab alfareza. "Belok kanan" ucap amora mengarahkan karna melihat alfareza tidak bergerak membuat amora menatap datar.
Amora menatap kearah alfareza. "Ya sudah sana kenapa malah disini" usir amora.
"Sepertinya tidak jadi" balas alfareza membuat amora mengangkat bahunya acuh.
"Kapan masuk sekolah" tanya alfareza bersandar dikursi membuat amora menatap heran.
"Kenapa ada yang mencari gue?" Tanya amora membuat alfareza mengangguk membuat amora mengerutkan keningnya bingung siapa yang mencarinya.
"Ada" jawab alfareza terkekeh membuat amora menatap nya. "Siapa" tanya amora bingung karna dia sudah menanyakan banyak hal di adriane namun tiada yang mencarinya.
"Nanti juga tau, ya sudah aku duluan" ucap alfareza dan lansung berdiri dan melenggang pergi.
Sedangkan amora menatap kepergian alfareza dan memikirkan keganjalan dari omongan alfareza. Terdiam sejenak menatap kembali kearah alfareza sehingga tersadar dengan embel-embel kata alfareza.
"Lo, gue, dan aku?" Beo amora.
Amora berjalan keluar kearah ruang tamu menatap yang masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Amora berdeham singkat membuat mereka tersadar.
"Ngapain" tanya amora kepada adriane yang sibuk melihat ponslenya sedangkan adriane yang merasa ditanya pun menoleh kearah amora.
"Enggak cuma lagi lihat sosmed" jawab adriane dengan tatapan alibi nya membuat amora menatap datar.
"Gue tau lo enggak buka sosmed" ucap amora dingin membuat adriane terdiam sejenak.
"Ada masalah" tanya amora dingin sedang kan adriane dkk keringet dingin membuat yang lain bingung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amza (END)
Romance[SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR TERLEBIH DAHULU OKAY] Amora quenara Albertina smist Nama yang cantik bukan seperti wajahnya "cantik" tapi beda dengan seperti sifatnya iblis. Amora/Queen mempunyai sifat dingin, datar, bodo amat, cuek...
