🖤 Chapter 6

2.8K 215 7
                                        

بسم الله الر حمن الر حيم

Jangan lupa membaca Al-Qur'an sebelum membaca novel

Happy reading my Dreamers, and welcome to Fay's black world

🖤🖤🖤

"BIAYA operasi untuk pasien atas nama Aditya berkisar 25 juta rupiah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"BIAYA operasi untuk pasien atas nama Aditya berkisar 25 juta rupiah.” Mata Fay langsung terbelalak setelah mendengar nominal yang cukup fantastis itu. Debaran jantungnya pun sudah berdetak di luar batas normal.

Tubuhnya sedikit gemetar dengan bibir yang terkatup rapat. Ia sungguh tak menduga akan sebesar itu biayanya. Tadi sempat berpikir jika kisarannya belasan juta, ternyata lebih-lebih.

“I-Itu... semua prosedur operasi segitu harganya?” tanya Fay dengan suara yang ragu-ragu.

“Iya, benar. Untuk operasi, pemasangan segalanya, dan sampai tahap pemulihan. Segitu sudah cukup terjangkau.”

Terjangkau katanya? Bagi keluarganya segitu sangat besar! Jika hendak meminjam pun harus berapa lama dia membayarnya? Gaji kerja part-time sebulan 2 juta. Sementara gaji ibunya jadi ART sebulan 1,2 juta. Itu pun dipotong dengan biaya kebutuhan sehari-hari mulai dari sandang, pangan, dan papan hingga kebutuhan sekolah mereka.

Apalagi sekarang zamannya teknologi semakin maju. Butuh sekali yang namanya kuota untuk tugas mereka. Semua sudah terhitung dalam otak Fay. Sebab dirinya turut menangani langsung semua hal itu. Sudah pula terbiasa membagi-bagi segala kebutuhan.

“Ehm... terima kasih banyak, Mbak. Nanti saya akan kemari lagi.” Fay berlalu pergi meninggalkan meja administrasi dan kembali kepada Ayu yang masih menunggu di bangku pengunjung.

Sembari berjalan, ia merogoh saku gamisnya, berniat untuk menghubungi nomor ayahnya. Akan tetapi, benar apa yang ibunya katakan. Panggilannya tak diangkat-angkat meskipun aktif.

Apa ini? Menyebalkan sekali! Fay memilih untuk mengirimkan pesan tentang kecelakaan Adit. Meski sebenarnya Ayu sudah mengirimnya lebih dulu, tapi tak masalah. Spam saja sekalian!

Sesaat sampai di lorong ruang ICU, Fay melihat Ayu tertidur sembari bersandar di bangku pengunjung. Rasa iba kian menjalar di hati Fay akan kondisi beliau, yang mana tak henti-henti merasa bingung, resah, gelisah, sedih semuanya menjadi satu dan dibalut dengan luka hati sang suami yang tidak ada di sisinya.

Kakinya terus melangkah mendekat ke sana. Setelahnya, perlahan menepuk-nepuk bahu Ayu agar wanita itu terbangun.

“Bu, bangun. Ibu pulang ya,” kata Fay lembut membuat Ayu terbangun dan mengucek-ngucek matanya.

Enemy in Your Area (#1) [FINISHED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang