Fay Azura - wanita berhijab si ahli bela diri yang terkenal tegas itu dihadapkan dengan sebuah pilihan yang membuat dirinya semakin terpojok. Terlebih lagi menyangkut masalah keluarga yang keadaannya semakin memburuk. Demi dua masalah besar pada hid...
Jangan lupa membaca Al-Qur'an sebelum membaca novel
Happy reading my Dreamers, and welcome to Fay's black world
🖤🖤🖤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
JANTUNG Fay terasa berhenti berdetak sesaat mendengar kalimat dari seorang Adji Pramudya. Sungguh, ia amat sangat tak menyangka pria terhormat seperti beliau telah memintanya untuk menjadi menantunya, dan memintanya untuk menikah dengan putranya! Mimpi apa dia semalam?
"Mas, maksud kamu apa? Menantu? Menikah?" tanya Linda kepada suaminya.
"Ya, aku suka dengan kepribadian dan karakter Fay. Dia wanita yang sangat cocok untuk jadi menantu Pramudya. Bukankah kamu juga suka dengannya?"
"A-Aku memang suka, sebenarnya aku pun... tunggu, kamu ingin menikahkannya dengan siapa?"
"Siapa lagi jika bukan dengan Raka?"
Lagi, hati Fay merasakan sebuah perasaan aneh saat ini. Wajahnya yang biasa mendatar itu berhasil dibuat syok. Sekujur tubuhnya seakan membeku bersamaan dengan tenggorokan yang tercekat.
Tidak, Fay tidak mau!
"Mohon maaf, sepertinya saya telah salah berbicara. Saya tidak jadi meminjam uang."
Fay yang langsung mundur begitu saja membuat Adji terkekeh kecil. Meski demikian, tak semudah itu Adji melepas wanita muda di depannya ini.
Pria itu sedari tadi merangkai kata demi kata dalam otaknya agar kiranya berhasil merasuk ke dalam hati dan keyakinan Fay. Setelah dirasa porsiannya pas, ia mulai mengemukakan dengan nada serius, "Fay, kamu yakin tidak mau? Semua hal yang tadi kamu sebutkan tentang keluargamu telah saya pertimbangkan. Pertama, soal adikmu. Kamu jangan khawatir. Akan saya bayarkan seluruh biaya pengobatan adikmu. Bukankah yang namanya operasi itu harus disegerakan? Yang kedua, soal ayahmu. Dengan senang hati saya akan memberikan pekerjaan kepadanya."
Fay terperangah cukup lama dengan bibir sedikit terbuka. Cukup tidak menyangka akan apa yang didengar.
"Dan mungkin, kamu bisa membahagiakan kedua orang tuamu karena itu semua. Apalagi jika kamu akan menikah dengan anak dari seorang Adji Pramudya. Kehidupan keluargamu akan terjamin ke depannya. Bagaimana?"
Serangan demi serangan telah dikerahkan oleh Adji. Fay merasa tersudut atau terpojok dalam kondisi menyesakkan ini. Terlebih, semua perkataan Adji terdengar meyakinkan. Akan tetapi... mengapa harus dengan seorang Raka? Terlebih selalu saja membuat hari-harinya tambah kelabu.