Fay Azura - wanita berhijab si ahli bela diri yang terkenal tegas itu dihadapkan dengan sebuah pilihan yang membuat dirinya semakin terpojok. Terlebih lagi menyangkut masalah keluarga yang keadaannya semakin memburuk. Demi dua masalah besar pada hid...
Jangan lupa membaca Al-Qur'an sebelum membaca novel
Happy reading my Dreamers, and welcome to Fay's black world
🖤🖤🖤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SUASANA di gedung hotel pada dua minggu setelah acara lamaran waktu itu, sudah cukup ramai dipadati para tamu. Meski acara belum dimulai, mereka semua telah datang karena ingin melihat prosesi akad. Di ruang wardrobe, menampilkan seorang calon pengantin wanita yang sedang dirias.
Di tubuhnya telah melekat sebuah gaun berwarna putih, dengan bahan furing mewah dan aksen payet di bagian pinggangnya. Untuk lengan sendiri modelnya sedikit membalon.
Sederhana, tetapi cukup membuat wanita itu menyukainya. Bagian atasnya dipakaikan sebuah kerudung segi empat berbahan silk berwarna senada. Dipasangkan pula sebuah veil yang panjangnya sepinggang. Dan tak ketinggalan, sebuah tiara dengan hiasan permata di letakkan di atas kepalanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Udah selesai, ya. Silakan lihat di cermin." Fay membuka kedua matanya perlahan sesaat mendengar titah dari sang stylish. Detik selanjutnya, netranya menangkap pantulan wajah yang begitu cantik pada cermin. Debaran jantungnya tiba-tiba saja memompa dengan cepat. Mengingat akhirnya hari ini tiba juga.
"Masya Allah, cantiknya anak Ibu. Ayo coba berdiri, Nak," pinta Ayu kepada Fay yang memang sedari tadi masih duduk. Alhasil, saat Fay berdiri, bagian bawah gaun itu terlihat sedikit mengembang.
"Benar ya, kamu cantik sekali, Fay. Ah! Senangnya mau punya mantu kayak Fay!" Linda begitu girang sambil sesekali bertepuk tangan.
Fay menanggapinya dengan senyuman. Wanita itu kembali memandang keseluruhan tubuh, yang sudah terbalut gaun pengantin di cermin panjang. Di saat hatinya merasa gugup menanti momen berikutnya, sang ibunda menyentuh bahu kanan Fay dan memintanya untuk bisa membalik badan menghadap Ayu.