🖤 Chapter 44

4.2K 354 104
                                        

بسم الله الر حمن الر حيم

Jangan lupa membaca Al-Qur'an sebelum membaca novel

Happy reading my Dreamers, and welcome to Fay's black world

🖤🖤🖤

DETAK jarum jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam itu terdengar nyaring pada ruang tidur yang begitu senyap, tidak ada bising lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

DETAK jarum jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam itu terdengar nyaring pada ruang tidur yang begitu senyap, tidak ada bising lain.

Di ranjang yang empuk dan besar, telah terbaring lelaki dengan posisi telentang. Kesejukan Air Conditioner terasa menembus kulit meskipun tubuh telah ditutupi selimut.

Tidak. Kedua matanya tidak bisa terpejam sama sekali. Pikirannya tak bisa tenang sedari tadi. Dia harus tidur! Tapi mengapa otaknya begitu sulit menyebarkan informasi saraf ke sekujur tubuh?

"Tidur nggak, tidur! Lo besok kuliah!"

Raka memiringkan posisi tubuhnya ke kanan, bergantian ke kiri. Di mana sudah sekitar tiga hari dia tak tidur bersama seseorang di sampingnya. Dan selama itu juga dia tak bisa merasakan ketenangan dalam tidurnya.

Masih teringat pula saat wanita itu berdialog dengan suara yang begitu lembut sembari menggenggam tangannya. Jika saja dia tak bergerak saat itu, mungkin wanita itu sudah menyentuh wajahnya.

Decakan frustasi akhirnya keluar dari mulut Raka. Dia mengacak rambut resah.

"Fay... nggak bisa tidur..." rengeknya kemudian menyibakkan selimut. Menurunkan kedua kaki serta mengantongi ponsel di saku celana.

AC dan lampu juga telah dimatikan. Ia lalu berjalan keluar dari kamar. Terus melangkah menyusuri anak tangga dengan perlahan. Pandangan mata juga celingak-celinguk ke sana kemari seakan sedang memata-matai adakah seseorang di sana.

Hingga akhirnya dia sampai di depan kamar Fay. Ingin mengetuk pintu namun tak mau membuat suara bising. Alhasil, Raka memilih untuk menelpon istrinya.

Tuut... tuut...

"... halo? Siapa?" Telinga Raka bisa menangkap suara lemas seseorang yang baru bangun tidur.

"Fay, ini aku, bisa buka pintunya?" Jawab Raka.

"... pintu apa?"

"Pintu kamar kamu."

"... emang, mau ngapain?"

"Ehm..."

Enemy in Your Area (#1) [FINISHED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang