Fay Azura - wanita berhijab si ahli bela diri yang terkenal tegas itu dihadapkan dengan sebuah pilihan yang membuat dirinya semakin terpojok. Terlebih lagi menyangkut masalah keluarga yang keadaannya semakin memburuk. Demi dua masalah besar pada hid...
Jangan lupa membaca Al-Qur'an sebelum membaca novel
Happy reading my Dreamers, and welcome to Fay's black world
🖤🖤🖤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Day - 2
RAKA memerhatikan wajahnya pada pantulan cermin. Tampak basah, karena basuhan air wudhu yang tersisa. Seperti pada jadwalnya, pukul 3 lewat dini hari ia bangun untuk menunaikan salat Tahajud.
"Ck, baru hari kedua," gumamnya beriringan dengan helaan napas berat.
Ia melangkah keluar dari bathroom. Tetapi, ketika tangannya sudah membuka pintu, tubuhnya terperanjat kaget ketika sudah disambut oleh sosok wanita berambut panjang.
"ASTAGFIRULLAH!" Teriak Raka sembari memegang dada.
Wanita yang masih mencoba untuk melek itu dibuat terkekeh lemas. "Reflek kamu bagus, pakai istigfar. Aku kira bakal pakai umpatan."
"FAY! Jangan ngagetin! Gue kira kuntilanak!"
"Ya ampun... jahat sekali istri kamu dibilang kuntilanak. Omong-omong tungguin aku. Mau salat Tahajud bareng," pinta Fay yang kemudian menutup mulut karena menguap.
Ia bahkan langsung melangkah ke depan untuk bisa masuk kamar mandi, tanpa sadar bahwa suaminya yang bertelanjang dada karena baru selesai mandi, hampir saja dibuat batal karena tak sengaja tangannya ingin mendorong.
BRAK!
Pintu ditutup cukup keras. Sampai kedua bahu Raka reflek mengedik. Jujur saja, Fay cukup menyeramkan ketika baru bangun tidur.
Tak mau lagi memikirkan, Raka lekas berjalan menuju lemari. Ia mengeluarkan pakaian ibadah berwarna sage, dan ketika telah selesai, menggelarkan sajadah pada tempat biasa untuk memulai salat.
Belum sempat Raka bertakbiratul ikhram, tiba-tiba saja ia merasa tubuhnya tertarik ke belakang. Hampir saja ia jatuh terjungkal karena punggung pakaiannya ditarik.
Ketika menoleh ke belakang, ia mendapati seorang Fay yang terkekeh.
"Ck! Pagi-pagi udah ngajak ribut, ya. Bisa-bisa gue jatuh karena lo tarik!" Cecar Raka dengan kesal.
"Ya maaf, kan, tadi aku udah bilang sama kamu. Mau salat bareng. Kamu... mau, kan, jadi imam buat aku?" Sebuah senyuman meneduhkan terpancar dari wajah Fay.
Raka terdiam sejenak. Pandangan matanya terus menatap dingin pada wanita itu. Suasana sempat terjebak dalam kesenyapan antara mereka. Setelahnya, terdengar helaan napas berat dari mulut Raka.
"Buruan pake mukenanya." Fay mengangguk sumringah. Ia buru-buru mengambil mukena dari dalam storage bersama dengan sajadahnya.
Digunakanlah mukena berwarna navy yang merupakan mukena seserahan pernikahan dia dengan Raka. "Ayo, aku udah siap," kata Fay yang telah memposisikan diri di belakang suaminya, sedikit menggeser ke kiri.